MAKASSARMETRO– Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia dari keputusan Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta).

Tepat hari ini, sumpah pemuda kembali diperingati 28 oktober 2017. Olehnya itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin mengatakan pada zaman ini begitu banyak tantangan yang dihadapai bangsa diantaranya penyalahgunaan narkoba, penyebaran berita hoax, pengangguran dan lain sebagainya.

” Kita seakan kehilangan solusi terhadap permasalahan itu namun sebenarnya dihadapan mata kita memiliki potensi yang besar,” ucapnya.
Dia menjelaskan, dari sisi demografi Indonesia komposisi usia muda umur 16-30 tahun sebesar 24,53% dari total jumlah penduduk Indonesia.
Di Kota Makassar persentase penduduk usia 15-34 tahun sebesar 38,4% (olah data BPS tahun 2014). Menurut data tersebut bermakna bahwa penduduk usia muda merupakan pondasi bangsa ini, dari data ini pula disimpulkan mengenai bonus demografi yang akan diterima bangsa ini 10 hingga 20 tahun kedepan yang artinya usia produktif jumlahnya lebih banyak dibandingkan usia non produktif.
Tugas kita adalah membina usia muda ini untuk menjadi pemuda-pemuda yang kreatif, pemuda kreatif merupakan jawaban dari permasalahan yang dihadapi saat ini.
Tanggungjawab ini tidak bisa dipikul oleh pemerintah saja namun perlu keterlibatan seluruh pihak, swasta, komunitas, akademisi (quad-helix).
Pemerintah menyediakan ruang dan fasilitas, swasta bisa mendorong permodalan, akademisi mendorong generasi-generasi kreatif menurut bidang keilmuannya masing-masing dan komunitas sebagai tempat berhimpun, transfer knowledge dan sharing idea.
” Dengan lahirnya generasi-generasi kreatif yang handal dlm teknologi informasi tentu saja dapat memanfaatkan teknologi sebagai instrumen penunjang kreatifitasnya agar lebih produktif alih-alih menggunakan TI untuk penyebaran berita hoax,” ungkapnya.
Menurut data BPS peningkatan sektor ekonomi kreatif meningkat rata-rata 10,14% pertahun dari tahun 2010 hingga 2015. Penyerapan tenaga kerja sebesar 2,15% atau 15,9 juta orang, hampir seluruhnya digerakkan oleh anak muda.
Namun ada satu hal yang tidak kalah pentingnya dari sekedar pendekatan produktifitas ekonomi saja yaitu meningkatkan rasa nasionalisme bagi pemuda sebagai benteng bangsa dari dampak negatif pengaruh era globalisasi dan perkembangan teknologi yang begitu pesat melalui wawasan kebangsaan yang telah dicetuskan 89 tahun lalu melalui konvensi pemuda sebagai perwujudan eksistensi bangsa Indonesia yaitu bertumpah darah yang satu, berbangsa yang satu dan berbahasa yang satu, Indonesia.
” Selamat Hari Sumpah Pemuda ke 89, berani bersatu untuk Makassar dua kali tambah baik,” tegasnya. (*).
Mensos Kumpulkan Kepala Daerah Se-Sulsel, Pemkot Makassar Siapkan Digitalisasi Bansos
Sabtu, 18 April 2026 21:07
Berdiri di Atas Fasum Selama 30 Tahun, 40 PKL Bercat Kuning di Jalan Tinumbu Akhirnya Legawa
Sabtu, 18 April 2026 21:00
Kemenbud RI Percayakan Kota Makassar Jadi Tuan Rumah Konferensi Musik Indonesia 2026
Kamis, 16 April 2026 20:35
Wali Kota Munafri Tolak Pengadaan Kendaraan Baru, Pilih Gunakan Randis Lama Tahun 2023
Kamis, 16 April 2026 20:32
Melinda Aksa Tekankan Peran Strategis Penyuluh dalam Tangani Darurat Sampah di Makassar
Selasa, 14 April 2026 23:38
Munafri: Kapal Antar Pulau Segera Beroperasi, Gratis Layani Warga Kepulauan di Makassar
Selasa, 14 April 2026 20:35
DLH Makassar Percepat Pengelolaan Sampah, Kini TPA Antang Berbenah Menuju Sanitary Landfill
Senin, 13 April 2026 19:33
Pemkot Makassar Maksimalkan Urban Farming, Libatkan Warga hingga Komunitas Tingkat Lorong
Senin, 13 April 2026 19:31