Pengamat : DPD PAN Makassar Tak Bisa Dipisahkan dengan Danny
MAKASSARMETRO– Begitu dinamis, suhu politik menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) makin menampakkan kondisi penolakan sejumlah kader terhadap keputusan partai politik (parpol) oleh pengurus pusat.
Seperti yang terjadi di internal Partai Amanat Nasional (PAN) Makassar. Keputusan partai melalui pengurus pusat memberikan rekomendasi kepada bakal calon wali kota dan wakil wali kota, Munafri Arifuddin dan Andi Rahmatika Dewi (Appi-Cicu). Bahkan, Ketua DPW PAN Sulsel, Ashabul Kahfi menyatakan kepada seluruh kadernya untuk memenangkan Appi-Cicu di pemilihan wali kota (pilwalkot) Makassar, Juni mendatang.
Sementara yang terjadi saat ini sebagian dari kader maupun simpatisan partai berlambang matahari ini tetap kokoh mendukung pasangan Moh Ramdhan “Danny” Pomanto dan Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi).
Hal ini dipengaruhi oleh kedekatan emosional antara Ketua DPD PAN Makassar, Hamzah Hamid dan Danny Pomanto sapaan akrab incumbet sudah terbangun sejak awal. Dan bahkan, komunikasi politik antara Danny Pomanto dan PAN Makassar sudah terjalin lebih awal sebelum DPP PAN mengeluarkan rekomendasi kepada Appi-Cicu.
Pengamat Politik dan Pemerintahan asal Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Firdaus Muhammad mengatakan, ketika mengikuti mekanisme partai, harusnya seluruh kader PAN secara total dan solid mendukung Appi-Cicu sesuai dengan rekomendasi yang dikeluarkan dewan pengurus pusat.
Hanya saja, ada situasi politik yang mempengaruhi para kader untuk tetap berada digaris pemenangan DIAmi. Dan bahkan, terpolarisasinya elite politik PAN ini juga dialami partai lainnya, seperti PKS dan PPP.
“Itu disebabkan karena PAN sejak awal bersama dengan PPP memberikan isyarat rekomendasi mendukung untuk mengusung pak Danny. Saya masih ingat sekali bahwa PAN lah yang lebih awal mengikat komitmen politik dengan Pak Danny untuk diusung. Nanti di injury time kemudian DPP memberikan rekomendasi kepada Appi,” kata Firdaus, Jumat (26/1/2017).
“Jadi ituji, ada yang melatar belakangi hubungan-hubungan emosional, komitmen-komitmen awal dengan Pak Danny dan tentu ada alasan para kader untuk menentukan pilihannya,” sambung dia.
Firdaus menambahkan, jatuhnya rekomendasi PAN mengusung Appi-Cicu lantaran pasangan DIAmi memilih untuk maju melalui jalur perseorangan atau independen. “Karena pak Danny maju jalur independen otomatis PAN secara kelembagaan mendukung Appi,” tutupnya.
Ketua DPD PAN Makassar, Hamzah Hamid secara terpisah tak ingin banyak berkomentar. Meski diakuinya, ada kader PAN yang sikap politiknya mendukung pasangan DIAmi, diantaranya Komunitas Laskar Matahari bentukan kader PAN sendiri. “Janganmi saya bicara, tetapi itu pilihan tidak bisa dipaksakan. Barukan yang ada disitu bukan pengurus, artinya anggotanya bukan pengurus,” singkatnya.