Indira Mulyasari Sapa Warga Mamajang
MAKASSARMETRO– Hadir menyapa warga kelurahan sambung Jawa, Kecamatan mamajang minggu (28/01/2018), calon wakil wali kota Makassar,Indira Mulyasari Paramastuti seakan menjadi penyejuk diantara ratusan warga yang menyapanya. Memang tidak ada agenda khusus bagi wakil ketua DPRD kota Makassar ini kecuali hanya ingin bertegur sapa dan bertatap muka dengan lapisan masyarakat sambung Jawa ini.
Indira tidak melewatkan kesempatan untuk bersilaturahmi dengan warga sambung Jawa. Dengan berjalan kaki mengitari lorong di wilayah Kecamatan mamajang, legislator fraksi Nasdem ini juga menyalami hampir semua warga, yang tidak menyangka akan kehadiran Wakil cantiknya ini di lorong mereka.
“Kami tidak nyangka ibu Indira hadir di lorong kami, biasanya pejabat datang kalau adapi musibah, tapi ibu Indira tawwa tidak, waktu liburnya dia gunakan untuk lihat kondisi Warganya, ini yang cocok jadi pemimpin, “ujar H Rima yang tercatat sebagai tokoh masyarakat setempat.
Indira Mulyasari Paramastuti menyambut baik antusiasme masyarakat sambung Jawa akan kehadirannya, “tabe saya datang untuk bersilaturahmi dengan bapak dan ibu sekalian tak lain hanya untuk mendekatkan diri dengan warga disini. Kalau selama ini, hanya baliho dan foto ku ji kita lihat, sekarang adami aslinya, ” Urai Indira dengan lembut yang di sambut ratusan warga dengan teriakan DiaMI Pilihan ku.
Puluhan warga yang kagum dengan kehadiran Indira di tengah masyarakat itu, berbaris bak menyambut sang ratu. Satu persatu warga menyambut tangan mungil Indira yang disodorkannya saat melalui lorong pemukiman warga. Sembari menyapa, Indira berucap, “Saat ini berjabat ji bu nah, akan ada waktunya saya berbuat lebih untuk warga disini, ” kata Indira dengan dialek makassar yang kental.
Indira juga tak lupa memohon doa warga agar diberi kesehatan dalam mengemban amanah untuk rakyat, “minta ka’ doa ta’, agar sehat dan bisa terus berbuat yang terbaik buat kita-kita disini, Insya Allah kalau ikhlas ka, ikhlas ki juga Allah tau cara terbaik untuk membalas keikhlasan ta’, ” tutup Indira dengan mata berkaca kaca sembari meninggalkan kerumunan warga.