MAKASSARMETRO– Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Muhammad Mario Said meninjau langsung jalur penempatan personel Dishub di sejumlah lokasi dalam rangka pengamanan jalur lalu lintas jelang putusan Mahkamah Agung terkait polemik Pilwakot Makassar, Senin (23/4/2018).

Pasalnya sejumlah ruas jalan diprediksi terjadi hambatan akibat konsentrasi massa unjuk rasa di beberapa titik.

Adapun jalan yang dimaksud antara lain Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan AP Pettarani, Jalan Tol Reformasi yang mengarah ke Fly Over, Jalan Alauddin, Jalan Antang Raya dan Jalan Jendral Sudirman.
Humas Dishub Makassar, Asis Sila mengabarkan bahwa pihaknya menempatkan sekitar 4 pleton personel untuk pengamanan kelancaran lalu lintas. Titik pusat unjuk rasa di Fly Over dan Balaikota Makassar ditempatkan 2 pleton.Sedangkan 2 pleton sisanya untuk pengaturan lalin yang akan dilalui massa.
“Ini untuk keselamatan, ketertiban dan kelancaran arus lalu lintas yang kita inginkan,” ujar Humas Dishub, Asis Sila.
Bahkan beberapa waktu lalu, Kasat Lantas Polrestabes Makassar, Masaluddin menghimbau masyarakat pengguna jalan yang akan melintasi kota makassar agar menghindari sejumlah ruas jalan, utamanya jalan protokol.
Appi Tegaskan Komitmen Wujudkan Makassar Kota Ramah Anak di Hari Anak Nasional 2026
Minggu, 02 Agustus 2026 18:54
Pilah Sampah Berlaku 1 Agustus, DLH Makassar Beri Waktu Tiga Bulan Sebelum Terapkan Sanksi
Jumat, 31 Juli 2026 22:18
Wali Kota Makassar Tinjau Lokasi Kebakaran di Tallo Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi
Jumat, 31 Juli 2026 20:16
Bapenda Makassar Hadirkan PAMUNGKAS, Cek Data hingga Bayar PBB-P2 Kini Bisa dari Genggaman
Jumat, 31 Juli 2026 11:12
TPA Tamangapa Hanya Terima Residu, Peneliti Sampah Perkotaan Ajak Warga Makassar Mulai Memilah
Kamis, 30 Juli 2026 17:55
Tindaklanjuti Aduan Lontara Plus, Satgas Drainase PU Makassar Normalisasi Saluran Kanal
Kamis, 30 Juli 2026 15:01
Spanduk ‘Kami Muak Prabowo’ Membentang di Flyover Makassar, Jurnalis dan OMS Bersikap
Selasa, 28 Juli 2026 18:29
PN Makassar Batal Konstatering Lahan Sengketa di Maricaya Baru
Selasa, 28 Juli 2026 10:11