Kadispora Makassar Beberkan Fungsi Klinik Pemuda

Selasa, 31 Juli 2018 14:21 WITA Reporter :
Kadispora Makassar Beberkan Fungsi Klinik Pemuda

MAKASSARMETRO– Klinik Pemuda berhasil mencuri perhatian Tim Penilai Kelurahan Terpadu tingkat Sulsel 2018, bahkan menuai apresiasi dari orang nomor satu di Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto beberapa waktu lalu.

Program inovatif Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar sedikit berbeda dari program pada umumnya yang menggunakan metode top down, melainkan menggunakan bottom up atau dari bawah ke atas.

Dispora Makassar melalui Klinik Pemuda memberikan ruang dan wadah bagi pemuda dalam suatu wilayah, di mana para pemuda ini lebih paham kondisi riil persoalan kepemudaan di lapangan. Selanjutnya, para pemuda sendirilah inilah yang mencarikan solusinya dengan potensi yang dimiliki.

Program ini, kata Kadispora Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin merupakan strategi pemberdayaan masyarakat berbasis partisipasi. Pihaknya hanya sebagai fasilitator di Klinik Pemuda.

“Pemberdayaan partisipatif seperti ini memberikan kesempatan kepada pemuda yang penuh dengan potensi dan energi untuk menjadi problem solver di lingkungannya,” ungkap Achmad Hendra.

Potensi pemuda yang sarat energi dan produktifitas tidak ingin disia-siakan Dispora Makassar. Bahkan, Achmad Hendra menyebutkan melalui Klinik Pemuda ini potensi pemuda akan dikembangkan.

“Hadirnya Klinik Pemuda ini diharapkan bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat, khususunya pemuda agar dapat mengembangkan diri sesuai dengan potensi yang dimiliki,” ujarnya.

Secara konseptual, jelas Achmad Hendra, adalah desain solusi alternatif penanganan pembangunan kepemudaan. Dispora Makassar menilai persoalan kepemudaan adalah hal yang kompleks, sehingga penanganannya juga harus komprehensif.

Diketahui, terdapat tiga lokasi pilot project Klinik Pemuda Dispora Makassar yang memiliki ciri khas masing-masing. Kelurahan Sambung Jawa mewakili karakter pemuda pinggiran kota, Camba Berua untuk karakteristik sosial wilayah pesisir, dan Bulogading memiliki karakter pemuda pusat kota.

“Tiap wilayah persoalannya berbeda, kajiannya kompleks mulai dari kehidupan sosial pemuda. Dengan Klinik Pemuda kita bisa lebih fokus dan terarah serta lebih efisien untuk mencapai kemandirian pemuda,” tutupnya.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca