Disdik Makassar Akan Simulasi Penilaian Adiwiyata Mandiri, Ini Tujuannya

Jumat, 31 Agustus 2018 12:09 WITA Reporter :
Disdik Makassar Akan Simulasi Penilaian Adiwiyata Mandiri, Ini Tujuannya

MAKASSARMETRO– Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar berencana bakal melakukan simulasi penilaian Sekolah Adiwiyata Mandiri. Simulasi ini akan dilakukan secara acak di sekolah-sekolah yang diusulkan pada tahun ini.

Tidak main-main, Disdik Makassar menargetkan setengah dari delapan calon sekolah memperoleh Adiwiyata Mandiri 2018.

Adapun sekolah yang menjadi calon sekolah Adiwiyata Mandiri 2018 antara lain SD Tanggul Patompo II, SD Negeri Balangnipa Baru I, SD Inpres Hartaco Indah, SD Inpres Unggulan Toddopuli, SD Inpres Tamalanrea IV, SMPN 18 Makassar, SMPN 25 Makassar, dan SMPN 12 Makassar.

“Kita berencana akan melakukan semacam simulasi untuk mengecek bagaimana kesiapan sekolah menghadapi penilaian Sekolah Adiwiyata Mandiri 2018,” ungkap Plh. Kepala Disdik Makassar, Ahmad Hidayat, Selasa (28/8/2018).

Lebih lanjut, Ahmad Hidayat memaparkan, dengan metode layaknya inspeksi mendadak ini diharapkan sekolah calon Adiwiyata Mandiri 2018 berusaha melengkapi indikator yang menjadi kriteria.

“Jadi pihak sekolah calon Adiwiyata Mandiri memiliki gambaran kalau tim verifikasi dari pusat datang. Kali ini tidak apa-apa keliru karena kita masih membina agar segera melengkapi indikator kriteria sebagaimana softfile yang telah dikirim. Tapi harus dimaksimalkan semuanya oleh sekolah,” kata Yayat sapaan akrabnya.

Terdapat empat indikator utama yang menjadi kriteria sekolah Adiwiyata Mandiri seperti kebijakan kepala sekolah, pengembangan kurikulum berbasis lingkungan, kegiatan berbasis partisipatif serta sarana pendukung.

Lebih lanjut dia menyebut, untuk skala Kota Makassar pihak sekolah sebenarnya didukung penuh oleh pemerintah, baik melalui program hingga gerakan peduli lingkungan.

“Dalam 18 Revolusi Pendidikan Makassar, semua sekolah wajib Adiwiyata. Ini rancangannya Pak Wali. Kita bisa ajar sejak dini anak-anak kita Lihat Sampah Ambil, muaranya ke Makassar tidak Rantasa’ secara berkepanjangan melalui generasi penerus kita yang dididik sejak dini,” ucapnya.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca