MAKASSARMETRO-Upaya mengurangi volume sampah dan mengolah sampah agar bisa bernilai ekonomis, Bank Sampah Makassar menggelar diskusi Pengelolaan sampah non organik di Warkop Bank Sampah Jalan Anggrek Raya, Makassar, Kamis, 20 September 2018.

Diskusi itu melibatkan pengelola pasar se- Kota Makassar, masyarakat, dan unsur perkantoran.

“Mengapa melibatkan pengelola se Makassar, karena sumber sampah paling banyak di Pasar,” ujar Pembina Bank Sampah Kota Makassar, Saharuddin Ridwan.
Potensi sampah di Pasar memang cukup besar. Bisa menghasilkan sampah 10-20 ton sehari. “Makanya tadi juga dibagikan secara simbolis kantong sampah pilah. Itu untuk membantu pemilihan sampah sebelum ditimbang ke bank sampah,” ungkapnya.
Selain itu, pengelola pasar juga diminta untuk membentuk bank sampah unit. Dalam acara itu juga, diserahkan tiga unit kukuda, motor tiga roda diperuntukan untuk pengangkutan sampah.
Motor itu diserahkan kepada Bank Sampak terbaik untuk kecamatan Tallo, Manggala, dan Rappocini. Penyerahan itu diberikan langsung oleh bagian perlengkapan Pemkot Makassar.
Kategori Tertinggi EPPD, Appi Beber Kunci Sukses Makassar Raih Kinerja Terbaik dari Kemendagri
Rabu, 29 April 2026 19:19
Kota Makassar Kian Menggeliat, Mal Ratu Indah Dikembangkan Jadi Kawasan Mixed-Use Modern
Rabu, 29 April 2026 19:14
Di Hari Otda 2026, Kota Makassar Sabet Penghargaan Nasional Kinerja Pemerintahan Terbaik
Senin, 27 April 2026 21:07
Wali Kota Munafri Gowes Bareng SKPD Tinjau Jumat Bersih di Dua Kecamatan
Jumat, 24 April 2026 20:38
Bongkar Mandiri Lapak di Kawasan SMKN 4 Bontoala, Pemkot Makassar Siapkan KUR untuk PKL Terdampak
Kamis, 23 April 2026 19:32
Gebrakan Munafri: Pangkas Perjalanan Dinas Rp60 Miliar, dan Setop Pengadaan Randis Baru
Kamis, 23 April 2026 11:02