MAKASSARMETRO-Upaya mengurangi volume sampah dan mengolah sampah agar bisa bernilai ekonomis, Bank Sampah Makassar menggelar diskusi Pengelolaan sampah non organik di Warkop Bank Sampah Jalan Anggrek Raya, Makassar, Kamis, 20 September 2018.

Diskusi itu melibatkan pengelola pasar se- Kota Makassar, masyarakat, dan unsur perkantoran.

“Mengapa melibatkan pengelola se Makassar, karena sumber sampah paling banyak di Pasar,” ujar Pembina Bank Sampah Kota Makassar, Saharuddin Ridwan.
Potensi sampah di Pasar memang cukup besar. Bisa menghasilkan sampah 10-20 ton sehari. “Makanya tadi juga dibagikan secara simbolis kantong sampah pilah. Itu untuk membantu pemilihan sampah sebelum ditimbang ke bank sampah,” ungkapnya.
Selain itu, pengelola pasar juga diminta untuk membentuk bank sampah unit. Dalam acara itu juga, diserahkan tiga unit kukuda, motor tiga roda diperuntukan untuk pengangkutan sampah.
Motor itu diserahkan kepada Bank Sampak terbaik untuk kecamatan Tallo, Manggala, dan Rappocini. Penyerahan itu diberikan langsung oleh bagian perlengkapan Pemkot Makassar.
Pansus Hak Angket DPRD Gowa Tegaskan Kasus Bupati Husniah Bukan Ranah Privasi
Kamis, 25 Juni 2026 15:42
Wali Kota Makassar Promosikan Stadion Untia ke 28 Negara, Bidik Investasi Sport Tourism
Rabu, 24 Juni 2026 19:52
Kepsek Resmi Dilantik, Wali Kota Makassar Akan Tambah Insentif dan Transportasi untuk Guru Pulau
Selasa, 23 Juni 2026 19:27
Lantik 369 Kepsek, Wali Kota Makassar Tegaskan Larang Praktik Titip-Menitip
Selasa, 23 Juni 2026 19:24
Pemkot Makassar Pasang Papan Penanda, Tegaskan Status Aset Fasum di Perumnas Sudiang
Senin, 22 Juni 2026 14:14
Kecamatan Panakkukang Siapkan Penataan Eks Terminal Toddopuli, Pedagang Diajak Bermusyawarah
Minggu, 21 Juni 2026 14:16
Wali Kota Munafri Ajak Seluruh Elemen Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, Tak Boleh Ada yang Terlewat
Jumat, 19 Juni 2026 21:27