somberena parlementa

Visa Investasi ke Go-Jek

Jumat, 19 Juli 2019 19:54 WITA Reporter : Helmy
Visa Investasi ke Go-Jek

SINGAPURA – Perusahaan teknologi pembayaran digital terkemuka di dunia, Visa menanamkan investasi ke Go-Jek. Visa merupakan perusahaan teknologi penyedia layanan on-demand dan platform pembayaran digital terbesar di Asia Tenggara.

Langkah ini sebagai bagian dari putaran pendanaan seri F. Kedua perusahaan akan bekerja sama dalam memajukan sistem pembayaran non-tunai dan menyediakan layanan yang seamless bagi konsumen di seluruh Indonesia dan Asia Tenggara.

Dengan posisi Go-Pay sebagai pemimpin pasar di sektor sistem pembayaran digital dan inklusi keuangan di Indonesia, putaran pendanaan kali ini akan mendorong akselerasi pertumbuhan sistem pembayaran Go-Jek di tingkat Asia Tenggara.

Presiden Go-Jek, Andre Soelistyo menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan Visa terhadap Go-Jek. Dia menyebut kolaborasi ini nantinya akan mendorong Go-Jek untuk memajukan kehidupan masyarakat dengan layanan dan kemudahan dalam pembayaran digital.

“Kami berterima kasih atas dukungan para investor dalam putaran pendanaan ini. Antusiasme yang tinggi ini kami lihat sebagai wujud kepercayaan investor atas visi jangka panjang kami untuk mendorong pertumbuhan berbasis teknologi di Asia Tenggara ke fase berikutnya. Investasi Visa untuk Go-Jek menunjukkan kepercayaan mereka atas bisnis model, kesungguhan serta kemampuan Go-Jek dalam memajukan kehidupan banyak orang melalui berbagai layanan dan pembayaran digital di dalam ekosistem kami,” kata Andre.

Kolaborasi Go-Jek dengan Visa akan meliputi kerja sama dalam menciptakan berbagai solusi inovatif untuk sistem pembayaran bagi konsumen digital-first dan juga populasi masyarakat yang belum berbank di seluruh Asia Tenggara. 

CEO Go-Pay, Aldi Haryopratomo menambahkan, Go-Pay dan Visa memiliki sejumlah persamaan dalam transaksi bagi berbagai lapisan masyarakat.

“Go-Pay dan Visa memiliki visi yang sama dalam menyediakan kemudahan dan kenyamanan bertransaksi untuk konsumen dari berbagai kelompok sosial ekonomi. Sejalan dengan usaha kami mendorong adopsi pembayaran digital di Indonesia guna meningkatkan pendapatan dan penghidupan,” jelas Aldi.

Menurutnya, upaya untuk mengembangkan jangkauan solusi pembayaran divigal kenseluruh Asia Tenggara yang membuat Go-Jek antusias untuk berkolaborasi dengan Visa.

President Visa Regional Asia Pasifik Chris Clark juga tidak ingin ketinggalan menyampaikan bahwa betapa semangatnya dia untuk memberi kemudahan bagi konsumen di seluruh dunia dengan pembayaran secara digital. Dengan kolaborasi dengan Go-Jek akan memberikan akses bagi kelompok masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas keuangan formal.

“Kami bersemangat menyambut kolaborasi ini karena Visa dan Go-Jek memiliki objektif yang sama, yaitu membuat keseharian konsumen lebih nyaman-baik dalam mobilisasi antarkota di Asia Tenggara yang memiliki pertumbuhan daerah urban yang relatif tinggi, maupun dalam memberikan kemudahan bagi konsumen di seluruh dunia untuk melakukan dan menerima pembayaran secara digital,” terang Chris Clark.

“Visa dan Go-Jek juga memiliki misi yang sama dalam memberikan akses kepada kelompok masyarakat yang belum berbank untuk dapat bergabung dalam ekonomi formal dan memanfaatkan berbagai fasilitas keuangan formal termasuk kredit untuk usaha kecil menengah (UKM). Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat memanfaatkan teknologi Go-Jek dan juga jaringan Visa, untuk memperluas jangkauan layanan finansial di Asia Tenggara,” sambungnya.

Inklusi keuangan di Asia Tenggara masih terus menjadi isu dan tantangan  yang perlu segera diatasi. Di Indonesia sendiri, mirip dengan Vietnam, mayoritas transaksi masih terjadi secara tunai, dengan penetrasi layanan pembayaran digital yang masih sangat rendah – atau 1 dibanding 41.

Jika disikapi dengan tepat, digitalisasi akan mampu mendorong kenaikan GDP sebesar 9 sampai 14 persen di negara Asia Tenggara dengan ekonomi terbesar sekalipun.

Topik berita Terkait:
  1. Go-Jek
  2. Visa
Berikan Komentar
Komentar Pembaca