
MAKASSARMETRO – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mendorong pelaku bisnis event organizing mampu menyelenggarakan event olahraga melalui Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Teknis Manajemen Promosi dan Pemasaran Industri Olahraga.

Kegiatan yang dihadiri puluhan pebisnis event organizer dari berbagai wilayah di Indonesia ini diselenggarakan di Hotel Aryaduta Makassar, Jln. Penghibur, Kamis (8/8/2019).
Asisten Deputi Industri dan Promosi Olahraga Kemenpora, Sandy Suwardi Hasan, industri olahraga, salah satunya event organizing masih belum dieksplorasi potensinya secara optimal oleh pebisnis lokal.
“Olahraga adalah pilihan bisnis strategis dan prospeknya sangat menjanjikan, salah satunya penyelenggaraan event olahraga. Kami ingin pelaku bisnis yang ada di Indonesia mampu mengambil peluang ini,” ungkap Sandy Suwardi Hasan.
Ada beberapa cara yang bisa dieksplorasi event organizer, salah satunya dengan menggandengnya dengan promosi pariwisata atau sporttourism.
“Event olahraga bisa juga sporttourism, sekaligus mengenalkan destinasi wisata dan potensi di wisata di daerah tersebut. Beberapa daerah di Indonesia sudah ada event seperti ini. Kami ingin event organizer lokal kita yang memanfaatkan potensi seperti ini. Baik di kecamatan, provinsi, nasional, kalau bisa internasional” ujar dia.
Dia mengaku masih perlu pengembangan wawasan, pengetahuan, hingga keterampilan bagi pebisnis dalam menjalankan sebuah event olahraga dengan mengedepankan olimpianism atau semangat olahraga. Selain kemampuan, diperlukan juga keahlian penyelenggaraan event olahraga yang tersertifikasi.
“Memang pemahaman dan kemampuan mengorganisir sebuah event olahraga sangat penting tapi diperlukan juga sertifikasi atau pengakuan secara legal. Dengan begitu, kita ketika ada event olahraga EO (event organizer, red) kita yang menangani,” terangnya.
Sementara itu, Sekjen Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Helen Sarita Delima menyebut bahwa dunia olahraga nasional membutuhkan penyelenggara event olahraga dari anak negeri. Dia mengaku sangat menyayangkan jika event olahraga harus ditangani EO dari negara lain.
“Ini adalah kebutuhan yang harus diambil, jangan sampai diambil lagi dari luar. Asian Games kemarin itu sampai harus ditangani EO dari Amerika Serikat, coba kalau ada EO lokal kita yang tersertifikasi itu lebih bagus,” kata Helen.
” Untuk menjadi mitra penyelenggara OCE, mereka punya klasifikasi tersendiri. Game operation semua diatur. Semua harus punya legacy sehingga bisa dinilai berkapasitas,” tutupnya.
Munafri: Dies Natalis FH Unhas Jadi Momentum Perkuat Ikatan Alumni
Minggu, 24 Mei 2026 22:08
Soroti Begal hingga Narkoba, Andi Suhada Ingatkan Jaga Keselamatan Anak
Rabu, 20 Mei 2026 20:30
Warga Tamalanrea Menolak Jadi “Tumbal” PSEL, Desak Pemerintah Pusat Tinjau Ulang Lokasi
Rabu, 20 Mei 2026 19:34
Reses Perdana, Sampah Jadi Sorotan Andi Suhada di Kecamatan Ujung Pandang
Selasa, 19 Mei 2026 18:21
Berulang Melanggar, Lapak PKL di Tallo Ditertibkan, Jalan Sunu Disiapkan Jadi Solusi
Senin, 18 Mei 2026 22:00
Makassar Menuju Transportasi Modern, Munafri Tawarkan Skema BTS dan Subsidi APBD
Senin, 18 Mei 2026 21:33
Disdik Makassar Imbau Sekolah Segera Perbarui Data Siswa untuk SPMB 2026
Senin, 18 Mei 2026 20:51