somberena parlementa

Siap-siap, Pemerintah Sediakan 818 Ribu KIP dan Inisiasi Kartu Pra-Kerja

Jumat, 16 Agustus 2019 19:43 WITA Reporter : Makassarmetro
Siap-siap, Pemerintah Sediakan 818 Ribu KIP dan Inisiasi Kartu Pra-Kerja

JAKARTA – Presiden Jokowi menyampaikan Keterangan Pemerintah Atas RUU tentang APBN 2020 beserta Nota Keuangannya, di depan Sidang Paripurna DPR RI, di Senayan, Jakarta, Jumat siang (16/8/2019).

Sebagaimana keterangan resmi Sekretariat Kabinet, pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari belanja negara, atau sebesar Rp 505,8 triliun, meningkat 29,6 persen dibandingkan realisasi anggaran pendidikan di tahun 2015 sekitar Rp 390,3 triliun. Hal tersebut sesuai amanat Undang-Undang.

Soal peningkatan anggaran pendidikan, Presiden Jokowi mengharapkan tidak ada lagi anak Indonesia yang tertinggal.

Jokowi menjelaskan, di jenjang pendidikan menengah dan tinggi, pemerintah merancang pendidikan dan pelatihan sesuai dengan kebutuhan industri.

Pemerintah juga mencetak calon-calon pemikir, penemu, dan entrepreneur hebat di masa depan.

Selain itu, kebijakan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia juga akan ditekankan pada perbaikan kualitas guru, mulai dari proses penyaringan, pendidikan keguruan, pengembangan pembelajaran, dan metode pengajaran yang tepat dengan memanfaatkan teknologi.

Pada pendidikan dasar dan menengah, dalam rangka pemerataan akses pendidikan dan percepatan wajib belajar 12 tahun.

Menurut Jokowi, program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kepada 54,6 juta siswa dilanjutkan pada 2020. Selain itu, pemerintah juga melanjutkan Program Indonesia Pintar (PIP) dengan memberikan beasiswa hingga 20,1 juta siswa.

Setelah pemenuhan wajib belajar 12 tahun, lanjut Jokowi, pemerintah juga merasa perlu untuk memberikan akses yang lebih luas kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu, untuk mengenyam pendidikan hingga jenjang pendidikan tinggi.

“Oleh sebab itu, pemerintah pada tahun 2020 memperluas sasaran beasiswa untuk melanjutkan  pendidikan tinggi kepada 818 ribu mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu, yang memiliki prestasi akademik melalui Kartu Indonesia Pintar- Kuliah (KIP-Kuliah), termasuk lanjutan bidik misi,” ucap Jokowi.

Beasiswa KIP-Kuliah ini, juga diberikan untuk mahasiswa pendidikan vokasi dan politeknik, serta pendidikan sarjana pada program studi sains dan teknologi.

Sementara untuk meningkatkan akses keterampilan bagi anak-anak muda, para pencari kerja, dan mereka yang mau berganti pekerjaan, Presiden Jokowi menyampaikan, Pemerintah pada tahun 2020 akan menginisiasi program kartu Pra-Kerja.

“Mereka dapat memilih jenis kursus yang diinginkan, antara lain coding, data analytics, desain grafis, akuntansi, bahasa asing, barista, agrobisnis, hingga operator alat berat,” ujar Jokowi.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca