somberena parlementa

Salut! Mahasiswa Magister Unhas Alfian Dippahatang Terima Residensi Penulis Indonesia 2019

Sabtu, 07 September 2019 09:16 WITA Reporter : Makassarmetro
Salut! Mahasiswa Magister Unhas Alfian Dippahatang Terima Residensi Penulis Indonesia 2019

MAKASSARMETRO – Mahasiswa Program Magister Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Alfian Dippahatang terpilih sebagai penerima Residensi Penulis Indonesia 2019.

Mahasiswa Jurusan Bahasa Indonesia itu, termasuk salah seorang dari 34 nama yang dinyatakan lolos seleksi bersama Program Residensi Penulis. Ajang tersebut dilaksanakan Komite Buku Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Beasiswa Unggulan.

Peserta terpilih dan lolos seleksi akan mendapat dukungan dana 1-3 bulan untuk mengikuti residensi.

Khusus Alfian, akan memperoleh lokasi tujuan residensi di Perancis selama satu bulan.

Tujuan program ini mendukung para penulis dalam meningkatkan kemampuan diri dengan cara belajar di tempat yang dituju yang dianggap sesuai dengan kebutuhan riset. Menyelesaikan tulisannya di sebuah tempat yang kondusif, dapat membangun jejaring di dalam dan luar negeri, baik dengan sesama penulis, maupun penerjemah dan penerbit, mengikuti program (diskusi, seminar, pembacaan karya).

Peserta yang terpilih boleh mengikuti seleksi ini harus WNI, berdomisili di Indonesia, dan dalam keadaan sehat.
Penulis setidaknya mempunyai satu buku tunggal (bukan antologi) yang ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa daerah yang sudah diterbitkan.
Karya yang sedang ditulis harus dalam bahasa Indonesia atau bahasa daerah dan dapat diselesaikan selama residensi atau sampai waktu yang telah disepakati dan tercantum dalam kontrak. Lolos seleksi proposal dan wawancara. Bersedia bekerja sama dan mengikuti program yang disusun oleh Komite Buku Nasional dan Kemendikbud. Mampu berkomunikasi dalam bahasa asing, terutama bahasa Inggris.

Pertimbangan, mempunyai karya yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa asing. Mempunyai karya yang telah mendapatkan penghargaan. Mempunyai undangan dari institusi di luar negeri (tergantung pada jenis Residensi) yang bersedia bekerjasama dengan Komite Buku Nasional.

Untuk program residensi penulis dalam negeri sama dengan syarat sebelumnya.

Seleksi program ini tahun 2019 dilaksanakan oleh Komite Buku Nasional dan Kemendikbud, mencakup pendaftaran daring 27 Juli sampai 10 Agustus 2019, pengumuman hasil seleksi 16 Agustus 2019.

Program yang dilaksanakan sejak 2016 ini telah menyeleksi 437 aplikasi yang masuk dan akan mengikuti residensi yang berlangsung antara Oktober-Desember 2019.

Selain Alfian, dari Makassar juga terdapat nama Rahmat Hidayat. Peserta seleksi yang lolos lainnya berasal Jakarta, Lampung, Pekanbaru, Yogyakarta, Depok, Bandung, Kendari, dan sebagainya.

Target yang ingin diraih dari program ini adalah, adanya sebuah karya yang layak diterbitkan, penulis secara aktif membangun jejaring literasi nasional dan internasional, promosi sastra dan budaya Indonesia melalui keikutsertaan penulis yang mengikuti program residensi dalam acara-acara festival sastra nasional atau internasional di tempat dimana yang bersangkutan melaksanakan programnya.

Juga, laporan perjalanan dan jejaring yang dicatat oleh penulis sebanyak 2 kali sebulan yang akan dimuat di website Komisi Buku Nasional (KBN).

Program lanjutan di dalam negeri, berupa presentasi dari para penulis mengenai program yang diikutinya. Terbukanya peluang penjualan hak cipta ke penerbit di dalam dan luar negeri.

Kusala Sastra Khatulistiwa 2019

Alfian Dippahatang, melalui kumpulan cerita pendek berjudul “Bertarung dalam Sarung” dan kisah-kisah lainnya termasuk salah seorang dari 10 penulis puisi dan prosa terpilih dalam longlis Kusala Sastra Khatulistiwa ke-19 kategori prosa, salah satu penghargaan bergengsi di Indonesia. Kumpulan cerpen tersebut telah diterbitkan Kepustakaan Populer Gramedia Jakarta Maret 2019.

Penyelenggaraan Kusala Sastra Khatulistiwa yang didirikan oleh Richard Oh sejak tahun 2001.

Kusala Sastra Khatulistiwa adalah ajang penghargaan kesusastraan Indonesia yang diadakan tahunan.

Karya-karya sastra yang dipilih adalah yang terbit pada rentang waktu satu tahun. Untuk Kusala Sastra khatulistiwa 2019, karya-karya sastra terpilih adalah yang terbit dalam rentang waktu 2018-2019.

“Daftar Panjang Kusala Sastra Khatulistiwa ke 19. Malam Anugerah Khatulistiwa akan diselenggara pada tgl 16 Oktober di Plaza Senayan. Selamat kepada semua yg terpilih,” tulis Richard Oh.

Di bagian prosal ada karya Alfian Dippahatang (Unhas Makassar) ‘Bertarung dalam Sarung’, Eko Triono dengan ‘Republik Rakyat Lucu dan Cerita-cerita Lainnya’, Henny Triskaidekaman dengan novel ‘Cara Berbahagia Tanpa Kepala’, ‘Teh dan Pengkhianat’ karya Iksaka Banu. Kemudian ada ‘Atraksi Lumba-lumba dan Kisah-kisah Lainnya’ Pratiwi Juliani, ‘Tango & Sadimin’ Ramayda Akmal, ‘Dekat dan Nyaring’ Sabda Armandio, ‘Seekor Capung Merah’ Rilda A.Oe Taneko, dan ‘Jamaloke’ Zoya Herawati.

Di kategori Puisi ada ‘Membaca Lambang’ karangan Acep Zamzam Noor, ‘Karena Cinta Kuat Seperti Maut’ ciptaan Adimas Immanuel, ‘Suara Murai dan Puisi-puisi Lainnya’ Andre Septiawan, ‘Hari Minggu Ramai Sekali’ Eko Saputra Poceratu, ‘Igauan Seismograf’ Halim Bahriz.

Lalu ada kumpulan puisi Hasan Aspahani ‘Aviarium’, ‘Struktur Cinta yang Pudar’ karya Ibe S Palogai, ‘Anjing Gunung’ Irma Agryanti, ‘Keledai yang Mulia’ Mario F Lawi hingga ‘Catatan-catatan dari Bulan’ Rieke Saraswati.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca