somberena parlementa

Perbedaan Usus Bayi yang Lahir Normal dan Caesar

Selasa, 10 September 2019 10:06 WITA Reporter : Makassarmetro
Perbedaan Usus Bayi yang Lahir Normal dan Caesar (Ilustrasi: shutterstock)

MAKASSARMETRO – Bayi yang lahir normal dan caeser ternyata memiliki perbedaan dalam perkembangan susunan bakteri di dalam usus yang dapat memengaruhi kesehatan pencernaan dan pernapasan.

Silansir dari Tabloidbintang.com, sebuah penelitian di Eropa mengungkapkan, anak-anak yang dilahirkan secara caesar memiliki keterlambatan dalam perkembangan susunan mikrobioma usus.

Susunan mikrobioma usus ini adalah kumpulan mikroorganisme kompleks yang hidup di saluran pencernaan.

Selain itu, bayi yang dilahirkan secara caesar juga lebih banyak mempunyai bakteri yang berpotensi berbahaya, dibandingkan dengan bayi yang lahir secara normal.

Perbedaan susunan mikrobioma ini pula yang diduga membuat bayi yang lahir dengan jalan operasi caesar lebih rentan mengalami infeksi pencernaan dan pernapasan.

Dokter dari Rumah Sakit Anak Wilhelmina di Utrecht, Belanda, Marta Reyman, yang turut berpartisipasi dalam penelitian ini mengatakan, “Dibandingkan dengan bayi yang dilahirkan secara normal, anak-anak yang lahir dengan bedah caesar memiliki lintasan yang berbeda dari kolonisasi bakteri, yang dapat berimplikasi pada kesehatan pernapasan di masa depan.”

Ada lebih dari 1.000 jenis bakteri hidup di usus, masing-masing mempunyai peran penting dalam kesehatan kita, misalnya membantu mencerna makanan, merangsang pengembangan sistem kekebalan tubuh, dan melindungi tubuh dari infeksi.

Ggangguan perkembangan normal mikrobioma usus telah dikaitkan dengan berbagai penyakit termasuk penyakit usus, asma, alergi, dan kanker.

Namun setelah lahir, bayi perlahan-lahan membangun sistem kekebalan tubuh mereka sampai keadaan yang relatif stabil tercapai.

Sehingga perbedaan susunan mikrobioma usus pada bayi yang lahir dengan cara normal dan bayi yang lahir melalui operasi caesar akan berkurang seiring bertambahnya usia mereka.

Topik berita Terkait:
  1. Kesehatan
Berikan Komentar
Komentar Pembaca