
MAKASSARMETRO – Pembangunan yang pesat di Kota Makassar dalam berbagai sektor, seperti industri, perumahan, perhotelan, serta aktifitas jasa dan perdagangan memberikan keuntungan secara ekonomi. Didukung oleh teknologi dan informasi yang menawarkan kemudahan.

Hanya saja, pembangunan ini cenderung abai dalam aspek lingkungan hidup. Pasalnya, pembangunan yang tidak didasari pemahaman lingkungan berdasarkan data daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup yang akurat dalam perencanaannya.
“Kondisi Kota Makassar sekarang ini menunjukkan pembangunan yang pesat. Didukung oleh kemudahan dibalik informasi dan teknologi, memberikan keutungan ekonomis. Namun menyisakan masalah yang menyangkut perikehidupan manusia dengan makhluk lain dan keseimbangan di antaranya,” kata Staf Ahli Pemkot Makassar, Taufiek Rakhman. Senin (21/10/2019).
Menurutnya,perhatian pada lingkungan hidup harus ditempatkan sejak awal proses penetapan rencana pembangunan sampai dengan pelaksanaan.
“Masih banyak kebijakan, rencana pembangunan, program kerja yang tidak mengintegrasikan pertimbangan lingkungan hidup. Kemampuan data dukung dan tampung lingkungan kita harus ada dalam tahap awal formulasi kebijakan pembangunan,” ujarnya.
Kata Taufiek, kebutuhan harus menyesuaikan dengan ketersediaan daya tampung dan daya dukung. Sebab hal ini menyangkut keberlanjutan kehidupan makhluk hidup.
Salah satu yang menjadi fokus yakni berkurangnya daya tampung persediaan air, akibat terkikisnya ruang penyerapan. Akibatnya, genangan di kala musim penghujan sering terjadi, sedangkan saat kemarau menjadikan tanaman menjadi kering.
“Contoh kemarau ini sering terjadi kebakaran alang-alang di Makassar, karena tanaman kering. Gampang terbakar. Kita tidak mau masalah ini terus terulang dan menjadi persoalan lingkungan,” kata Taufiek yang juga menjabat Plt. Kepala Damkar Makassar.
Dispar Makassar Perkuat Ekonomi Kreatif Lewat Sosialisasi Merek
Minggu, 30 November 2025 20:44
Odhika Gelar Sosialisasi Perda Pencegahan Bahaya Kebakaran, Ini Pesannya untuk Warga Makassar
Sabtu, 29 November 2025 17:03
Dispar Makassar Jadi Narasumber Sosialisasi Koperasi Merah Putih
Jumat, 28 November 2025 22:16
Dispar Makassar Serahkan 25 Gerobak ke Pedagang Pisang Epe
Jumat, 28 November 2025 21:58
Dispar Makassar Rangkul Seni Moral sebagai Medium City Branding
Kamis, 27 November 2025 21:38
Camat Tamalanrea dan KIMA Turun Tangan: Akses Pembuangan Sampah di KIMA 9 Ditutup Permanen
Rabu, 26 November 2025 23:19
Dispar Makassar Ikut Rapat Penyampaian Hasil Pelaksanaan Program Pendalaman Isu: EventLab 2025
Rabu, 26 November 2025 21:19
Capture Makassar 2025, Dispar Hadirkan Ruang Kreatif dan Promosi Budaya di Karebosi
Selasa, 25 November 2025 23:01