
MAKASSARMETRO – Bali merupakan salah satu destinasi wisata andalan di Indonesia. Namun siapa sangka, media travel asal Amerika Serikat Fodor’s Travel memasukkan Bali ke dalam destinasi yang tak perlu dikunjungi pada 2020.

Dilansir dari Tempo.co, Fodor’s beralasan Bali bermasalah dengan sampah, pariwisata membuat air bersih langka, dan terakhir soal prilaku wisatawan yang tak sopan.
Kampanye hitam mengenai industri pariwisata Bali itu, ditanggapai oleh wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati.
Wakil gubernur (Wagub) Bali yang akrab disapa Cok Ace ini mengatakan, pihaknya menjadikan hal tersebut sebagai sebuah evaluasi.
“Itu terlalu berlebihan,” katanya.
Cok Ace menilai, laporan tersebut tidak elok dalam persaingan industri pariwisata global. Ia menyebutkan, Pemerintah Provinsi Bali telah berupaya menanggulangi masalah sampah plastik dengan dengan mengeluarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 tahun 2018.
“Pemerintah provinsi pun berupaya segera menyelesaikan pembuangan akhir sampah di Bali,” ujarnya.
Pada laporan Fodor’s Travel tersebut menyoroti beberapa hal ihwal pariwisata Bali yang membuat Pulau Dewata dipertimbangkan untuk tidak dikunjungi seperti, soal sampah, Bali menghasilkan sampah 3.800 ton per-hari dan hanya 60 persen yang sampai ke tempat sampah.
Di Forum RUU Pangan, Munafri Tawarkan Solusi Smart Green House ke DPR
Jumat, 05 Juni 2026 22:06
Dukung Stadion Untia, PIP Serahkan Aset ke Pemkot Makassar
Jumat, 05 Juni 2026 21:03
Pemkot Makassar Gandeng LAN RI Kaji TPP ASN dan Skema Pengupahan PJLP
Kamis, 04 Juni 2026 20:45
Baznas RI Kawal Seleksi Capim Baznas Makassar, Fokus pada Kompetensi dan Integritas
Kamis, 04 Juni 2026 19:42
SK Jangan Disekolahkan, Pesan Wali Kota Saat Lantik 167 PNS Pemkot Makassar
Rabu, 03 Juni 2026 21:55
Pertamina Sesuaikan Harga BBM Nonsubsidi per 1 Juni 2026, Ini Rinciannya
Senin, 01 Juni 2026 23:37
Hari Lahir Pancasila, Munafri-Aliyah Ajak Warga Makassar Hidupkan Nilai Kebangsaan
Senin, 01 Juni 2026 20:19
Makassar Half Marathon 2026 Dongkrak Ekonomi Kota, Hotel hingga UMKM Kebanjiran Rezeki
Minggu, 31 Mei 2026 21:32