somberena parlementa

Hasil Audit Inspektorat Makassar, Ratusan Tenaga Honorer Diduga Fiktif

Rabu, 04 Desember 2019 12:14 WITA Reporter : Makassarmetro
Hasil Audit Inspektorat Makassar, Ratusan Tenaga Honorer Diduga Fiktif

MAKASSARMETRO – Inspektorat Daerah Kota Makassar angkat bicara soal kabar honorer fiktif atau siluman di tubuh Pemerintah Kota Makassar yang mencuat.

Bersama Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah Makassar, Inspektorat Makassar pun melakukan audit. Hasilnya ditemukan selisih hampir 400 orang dari keseluruhan tenaga honorer.

“Sehingga sangat wajar ketika sebelum dilakukan audit oleh inspektorat sejumlah pihak menyebut adanya indikasi honorer siluman di Pemkot Makassar,” kata Inspektur Kota Makassar, Zainal Ibrahim, Selasa kemarin (3/12/2019).

Dari total 8.862 tenaga honorer ditemukan selisih sebesar 386 orang. Selisih inilah yang diduga tenaga honorer fiktif atau honorer siluman.

Kata Zainal, data ini bersumber dari masing-masing SKPD melalui surat tanggung jawab mutlak menganai kebenaran verifikasi data dari 51 SKPD di lingkup Pemkot Makassar.

“Memang awalnya sejumlah pihak asumsikan bahwa ada banyak tenaga kontrak silumam di pemkot. Indikasi awal memang diperidiksi ada siluman karena jumlah data yang bergerak gerak,” ujar Zainal.

Terpisah, Kepala BKPSDMD Kota Makassar, Basri Rakhman mengaskan bahwa pihaknya tidak akan memperpanjang masa kontrak 386 tenaga honorer hasil audit yang dilakukan Inspektorat.
tenaga honorer tidak akan diperpanjang masa kontraknya.

“Karena ada selisih, secara otomatis itu kita tidak terbitkan SK perpanjangannya,” tukas Basri.

Lebih jauh Basri menyebut jika selisih angka tersebut bukan menjadi soal selama mereka tidak menerima gaji. Sebab, seperti tahun-tahun sebelumnya tidak sedikit tenaga kontrak yang mengundurkan diri atau berhenti dipertengahan tahun berjalan.

“Idealnya kita nanti akhir tahun baru diperpanjang. Bisa saja ada yang sudah berhenti tapi itukan dilaporkan oleh SKPD setiap akhir tahun. Jadi, ini tidak ada masalah yang penting mereka tidak menerima gaji,” ucapnya.

Topik berita Terkait:
  1. Tenaga honorer
  2. Tenaga honorer fiktif
Berikan Komentar
Komentar Pembaca