somberena parlementa

RI Siapkan Crisis Center bagi WNI di Iran dan Irak

Jumat, 10 Januari 2020 11:33 WITA Reporter : Makassarmetro
RI Siapkan Crisis Center bagi WNI di Iran dan Irak

MAKASSARMETRO – Hubungan Iran dan Amerika Serikat kembali memanas paska pembunuhan terhadap Jenderal Qassem Soelaimani yang kemudian dibalas Iran dengan meluncurkan peluru kendali ke Pangkalan AS di Irak.

Menyikapi kondisi perkembangan dunia yang mengkhawatirkan ini, Pemerintah Indonesia menyiapkan Contingency Plan dan Crisis Center bagi warga negara Indonesia (WNI) yang bermukim di Iran dan Irak sebagai langka antisipatif.

“Yang perlu kita persiapkan lebih matang adalah dampaknya terhadap WNI. Contingency plan sudah selesai dengan semua backupnya sudah disiapkan. Semua nomor hotline perwakilan terkait sudah aktif dan dimasukkan di dalam rilis Kementerian Luar Negeri. Dan Kementerian Luar Negeri sudah mengaktifkan crisis center untuk mengantisipasi kemungkinan memburuknya situasi,” ujar Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi. Kamis (9/1/2020).

Menlu Retno menyebut, ada lebih dari 400 orang WNI yang berada di Iran. Sementara di Irak, lanjut dia, setidaknya ada 800 WNI yang tinggal.

“Di Iran ada lebih dari 400 warga negara Indonesia yang di sana. Itu adalah angka resmi yang masuk di kita. Kemungkinan banyak warga negara kita yang tidak melapor pada saat berada di sana dan sebagainya sehingga kita antisipasi jumlahnya akan lebih dari 400. Sementara yang di Irak itu sekitar 800,” ungkap Retno.

Dia juga mengaku telah menjalin komunikasi dengan Dubes RI yang ada di Irak, Iran maupun di AS guna mematangkan contingency plan. Selain itu, juga untuk memetakan WNI yang menetap di negara-negara tersebut.

Pembicaraan dengan Presiden Dewan Keamanan PBB juga telah dilakukan RI. Retno menyebut pihaknya meminta Presiden DK PBB untuk mengupayakan peredaman ketegangan.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca