somberena parlementa

Dispustaka Makassar Serahkan SK Pendirian Perpustakaan SMPN 23

Kamis, 06 Februari 2020 14:15 WITA Reporter : Musthain
Dispustaka Makassar Serahkan SK Pendirian Perpustakaan SMPN 23

MAKASSARMETRO – Dinas Perpustakaan Kota Makassar, melalui Kepala Seksi Pengembangan Perpustakaan Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca, Andika Cahyadi, menyerahkan Surat Keputusan pendirian perpustakaan kepada Kepala Sekolah SMP Negeri 23 Makassar, Hj. Sarina T, Rabu (05/02).

Informasi tersebut diperoleh dari keterangan tertulis yang diterima makassarmetro.com, Kamis (6/2/2020).

Disebutkan bahwa di dalam SK Pendirian Perpustakaan itu, diterangkan bahwa perpustakaan SMPN 23 telah berdiri sejak sekolah pertama kali didirikan, yakni tahun 1987.

“Keberadaan Perpustakaan SMP Negeri 23 Makassar yang menempati gedung tersendiri seluas 81 m2 telah dilaporkan ke Perpustakaan Nasional RI dan memiliki Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) : 7371091 D 1000001,” tulis Humas Dispustaka Makassar, Tulus Wulan Juni.

“Keberadaan Perpustakaan termasuk di Sekolah bukan hanya ruang pelengkap tetapi sebuah Institusi/ lembaga sesuai amanah Undang-undang,” sambungnya.

Perpustakaan SMP 23 Makassar diberi nama ‘Perpustakaan Tangguh’, yang disesuaikan dengan tagline sekolah ini

“TANGGUH adalah akronim dari Tanggung Jawab, Agamis, Nasionalis, Gigih, Gotong Royong, Unggul dan Harmonis”, ujar Hj Sarinah, Kepala Sekolah SMPN 23.

Menurutnya, untuk menunjang aktivitas kegemaran membaca dan penguatan literasi sekolah, seluruh kelas telah dilengkapi sudut baca yang dikelola oleh masing-masing wali kelas dan siswa yang aktivitasnya dipantau langsung oleh Kepala Sekolah.

Selain itu, dalam waktu dekat akan dibuat juga jadwal khusus ke Perpustakaan untuk masing-masing kelas.

Perpustakaan sekolah ini telah mempunyai ruang baca dan ruang audiovisual yang dapat menampung siswa masing-masing 1 kelas dan memiliki fasilitas WiFi serta layanan sirkulasi buku bacaan dan buku paket terpisah.

Selain itu, ada juga teras baca dengan konsep lesehan yang sementara proses pembenahan.

“Sebelum Perpustakaan Sekolah diberikan pendampingan Sentuh Pustaka terlihat gelap dan tidak nyaman, sekarang sudah luas dan mulai teratur penataan buku-bukunya.” ujar salah satu siswa pengunjung perpustakaan.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca