Masjid Syekh Yusuf, Penghormatan untuk Tuanta Salamaka

29 Apr 2020 12:14
Author: Redaksi MakassarMetro

MAKASSARMETRO — Untuk mengenang sosok ulama besar Tuanta Salamaka ri Gowa, masyarakat lalu membangun sebuah mushallah dengan diberi nama Syekh Yusuf, saat itu bagunannya tidak seluas sekarang yang mencapai 500 meter persegi.

Lantas pada tahun 1982 atas gagasan H. Muh Syam Daeng Limpo, H. Muh Saleh Lige dan AM. Parawangsa memperluasnya. Masjid yang berlokasi di Jl. Syekh Yusuf Raya, Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan dapat menampung 4.000 jamaah.

Tepat di wilayah kompleks masjid terdapat arena pemakaman yang sangat menonjol karena bangunan pekuburan itu berbentuk kubah. Disana pula Syekh Yusuf bersama kerabat, serta gurunya yaitu Daeng Tata Sammeng dikuburkan.

Dilansir melalui laman web Tempo.co imam masjid Muhamad Said Daen Tobo menjelaskan, selain jamaah dari lingkungan sekitar. Ada pula pendatang yang hendak berziarah ke makam Syekh Yusuf dan melaksanakan ibadah, sehingga tak pernah sepi.

Melanjutkan bila di Gowa terdapat dua masjid yang bernama Syekh Yusuf jadi untuk membedakannya, maka ditambahkan kata ” Lakiung yang mana dalam bahasa Makassar artinya kampung”.

Jamah masjid Syekh Yusuf Liukang pastinya akan betah berlama-lama, lantara suasana sejuk akan begitu terasa ketika melangkah kedalamnya. Penyejuk udaranya masih menggunakan kipas angin dengan baling-baling besar yang berputar lambat.

Arsitektur bangunan masjid berlantai dua ini cenderung unik. Memiliki 40 jendela berukuran besar di setiap lantainya. Sang arsitek, Danial Saraba menghiasi bagian dinding yang mendekati plafon dengan beragam kaligrafi arab berupa doa-doa, kalimat tauhid dan ayat-ayat Al- Quraan.

Berita Terkini