
MAKASSARMETRO — Tim Peneliti Universitas Hasanuddin membuat alat bantu pernapasan yang diberi nama Venus (Ventilator Unhas). Alat bantu pernapan (ventilator) ini dibuat untuk menunjang tugas Tim Satgas Covid-19 Unhas dalam memberikan pelayanan kesehatan pada pasien.

Melalui wawancara pada Sabtu (16/05), Kepala Subdit Inovasi dan Kewirausahaan Unhas, Asmi Citra Maina, S.Pi., M.Agr., Ph.D., menjelaskan bahwa ventilator tersebut merupakan hasil inovasi para peneliti dan mahasiswa Unhas. Keterlibatan ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial sebagai kalangan akademisi untuk bersama sama membantu para tenaga medis.
“Karya inovasi ini merupakan program LPPM dan Direktorat Inovasi Unhas. Sebagai kampus humaniversity, Unhas terpanggil untuk berkontribusi dalam upaya mengatasi pandemi. Ventilator saat ini merupakan instrumen yang vital dan dibutuhkan dalam jumlah banyak. Maka Unhas berupaya membuat ventilator yang mudah dioperasikan dan murah dalam perawatan,” jelas Citra.
Pengerjaan prototype Venus awalnya membutuhkan waktu dua minggu. Dalam proses produksi, Unhas bisa membuat 20-30 unit per minggu. Prototype Venus merupakan produk penelitian, sehingga membutuhkan biaya yang lebih besar. Namun untuk produksi dalam jumlah banyak biayanya telah dapat ditekan. Tim Peneliti Unhas belum dapat mengumumkan biaya yang dibutuhkan, namun jika terdapat permintaan tim ini akan dapat mengajukan kalkulasi.
“Ventilator Unhas siap produksi massal dan siap menjadi produk unggulan Unhas. Harga jual diperkirakan antara Rp 10.000.000,- sampai Rp 15.000.000, dengan bahan dan alat yang aman dan bisa digunakan sesuai standar dan protokol kesehatan dan keamanan produk,” sambung Citra.
Melalui inovasi ini, diharapkan alat ini bisa membantu penanganan pasien. Selain itu, alat ini juga diharapkan memiliki keunggulan dalam hal daya saing. Sebagai produk hasil riset, produk ini diharapkan dapat terus dikembangkan sesuai penggunaan di lapangan.
“Sebagai karya penelitian Unhas, kita berharap produk ini mampu diterapkan di Rumah Sakit dalam waktu yang tidak terlalu lama, setelah memperoleh sertifikat kelayakan. Kami sangat optimis, sebab pengoperasian alat ini lebih mudah,” lanjut Citra.
Wali Kota Makassar Terima Penghargaan Paritrana Award, Bukti Komitmen Lindungi Pekerja Rentan
Sabtu, 09 Mei 2026 00:04
“Dari Literasi ke Aksi”, Pemkot Makassar Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Akses Keuangan Nyata
Kamis, 07 Mei 2026 20:44
SPMB Makassar 2026 Resmi Dibuka, Disdik Siapkan Sistem Transparan dan Anti Manipulasi
Kamis, 07 Mei 2026 20:40
Bukti Kerja Kolaboratif, Makassar Masuk Elite Kota Toleran Indonesia
Rabu, 06 Mei 2026 21:16
Pemkot Makassar Susun Roadmap Terintegrasi Penanganan ODGJ Berbasis Kolaborasi
Rabu, 06 Mei 2026 21:02
Munafri dan Mensos Sepakat Perkuat Program Sosial Terpadu untuk Kesejahteraan Warga
Selasa, 05 Mei 2026 15:58
Tanpa Penertiban, Warga Tamalanrea Bongkar Mandiri 6 Lapak di Atas Drainase
Selasa, 05 Mei 2026 15:55
SPMB 2026 Resmi Diluncurkan, Pendaftaran SD dan SMP di Makassar Kini Bisa Melalui Aplikasi LONTARA+
Sabtu, 02 Mei 2026 22:35