Ilustrasi. MAKASSARMETRO – Pemerintah Kota Makassar berencana akan memangkas tenaga kontrak atau honorer lingkup yang tidak produktis alias malas. Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin, sudah menegaskan hal itu.

Rudy sudah mengintruksikan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) untuk tidak memperpanjang kontrak honorer yang tidak bekerja produktif.

“Saya sudah minta BKD, honorer yang tidak produktif saya minta itu yang duluan dieliminir,” tegas Rudy dikutip dari Sindonews, Kamis (26/11/2020).
Pemetaan tenaga honorer tiap OPD juga sudah dilakukan. Hal itu untuk merasionalisasi tenaga honorer agar jumlahnya sesuai kebutuhan. Terlebih lagi alokasi anggaran untuk tenaga kontrak cukup besar.
Pemkot Makassar menghabiskan anggaran Rp152 miliar untuk menggaji 8.449 tenaga honorer tahun ini.
Tiap bulan tenaga honorer digaji Rp1,5 juta. Hanya, gaji itu belum termasuk potongan iuran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.
“Kita mau berikan keadilan, khususnya tenaga kontrak yang kerja siang-malam masa gajinya kecil dan ada yang tidak kerja terima gaji juga,” ujar dia.
Evaluasi ini berlangsung hingga Desember nanti, sesuai SK kontrak. Struktur tenaga kontrak hanya merekrut pegawai yang betul-betul memiliki kinerja bagus.
Plt Kepala BKPSDM Kota Makassar, Basri Rakhman mengatakan, pemerintah kota setiap tahun selalu melakukan evaluasi kinerja tenaga honorer.
Kata Basri, jumlah tenaga kontrak tahun ini mengalami pengurangan. Penyebabnya beragam. Ada yang mendaftar CPNS, mengundurkan diri, tidak disiplin, dan meninggal dunia.
“Tahun lalu itu ada 8.862 tenaga kontrak yang di SK-kan tapi kan ada kurang lebih 400 orang yang tidak kita perpanjang kontraknya,” ungkap Basri. (*)
Pemkot Makassar Tertibkan Lapak Pasar Kubis dan Pedagang di Jalan Veteran Lancar, Tanpa Keributan
Senin, 25 Mei 2026 21:27
Munafri: Dies Natalis FH Unhas Jadi Momentum Perkuat Ikatan Alumni
Minggu, 24 Mei 2026 22:08
Soroti Begal hingga Narkoba, Andi Suhada Ingatkan Jaga Keselamatan Anak
Rabu, 20 Mei 2026 20:30
Warga Tamalanrea Menolak Jadi “Tumbal” PSEL, Desak Pemerintah Pusat Tinjau Ulang Lokasi
Rabu, 20 Mei 2026 19:34
Reses Perdana, Sampah Jadi Sorotan Andi Suhada di Kecamatan Ujung Pandang
Selasa, 19 Mei 2026 18:21
Berulang Melanggar, Lapak PKL di Tallo Ditertibkan, Jalan Sunu Disiapkan Jadi Solusi
Senin, 18 Mei 2026 22:00
Makassar Menuju Transportasi Modern, Munafri Tawarkan Skema BTS dan Subsidi APBD
Senin, 18 Mei 2026 21:33