Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin. MAKASSARMETRO – Tenaga honorer yang dianggap tidak efektif dalam bekerja akan diberhentikan. Hal ini diungkapkan oleh Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin, Kamis (26/11/2020).

Menurutnya saat ini tenaga honorer di Pemkot terlalu banyak. Sehingga mengusulkan untuk dilakukan proses seleksi. Di mana akan menjaring pegawai yang betul-betul bisa bekerja.

“Makanya kita punya banyak tenaga honorer banyak sekali, kita di satu sisi coba mapping, berapa kebutuhan kita. Saya sudah minta BKD, honor-honor kita memang istilahnya apalagi yang tidak produktif, yang tidak aktif, tidak pernah datang. Itu saya minta duluan kita coba eliminate,” tegas Rudy.
Dengan begitu, lanjut Rudy, pengeluaran gaji untuk para tenaga honorer yang berasal dari APBD bisa tepat sasaran. Hanya untuk mereka yang betul betul bekerja.
“Kenapa, karena kita mau berikan keadilan, khususnya honorer yang sudah kerja siang sampai malam, masa gajinya kecil, padahal ada yang tidak kerja terima gaji juga. Motivasi itu saya dorong punya seleksi,” terangnya.
Rencana pemangkasan tenaga honorer ini akan efektif tahun depan. Sementara kajiannya sedang diusulkan di BKPSDMD. “Saya sudah suruh kaji sekarang, untuk keperluan 2021,” jelas Rudy.
Kendati demikian, kata Rudy, sudah ada tenaga honorer yang sudah diberhentikan di Dinas Pekerjaan Umum (PU). Akibat tidak aktif bekerja. Hanya numpang nama.
“Iya, di PU kan sudah saya hentikan beberapa orang honorer di sana. Yang tidak pernah aktif,” bebernya.
Diketahui berdasarkan data dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) saat ini Pemkot Makassar mempunyai 8449 tenaga honorer untuk 2020. Sementara tahun 2019 sebanyak 8862. (*)
Pemkot Makassar Tertibkan Lapak Pasar Kubis dan Pedagang di Jalan Veteran Lancar, Tanpa Keributan
Senin, 25 Mei 2026 21:27
Munafri: Dies Natalis FH Unhas Jadi Momentum Perkuat Ikatan Alumni
Minggu, 24 Mei 2026 22:08
Soroti Begal hingga Narkoba, Andi Suhada Ingatkan Jaga Keselamatan Anak
Rabu, 20 Mei 2026 20:30
Warga Tamalanrea Menolak Jadi “Tumbal” PSEL, Desak Pemerintah Pusat Tinjau Ulang Lokasi
Rabu, 20 Mei 2026 19:34
Reses Perdana, Sampah Jadi Sorotan Andi Suhada di Kecamatan Ujung Pandang
Selasa, 19 Mei 2026 18:21
Berulang Melanggar, Lapak PKL di Tallo Ditertibkan, Jalan Sunu Disiapkan Jadi Solusi
Senin, 18 Mei 2026 22:00
Makassar Menuju Transportasi Modern, Munafri Tawarkan Skema BTS dan Subsidi APBD
Senin, 18 Mei 2026 21:33