Kebakaran Akibat Korsleting Tinggi, Pemkot Makassar Rencana Terapkan Sistem Kelistrikan Bawah Tanah

Selasa, 15 Juni 2021 14:14 WITA Reporter : Makassarmetro
Kebakaran Akibat Korsleting Tinggi, Pemkot Makassar Rencana Terapkan Sistem Kelistrikan Bawah Tanah

MAKASSARMETRO – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar mencatat kasus kebakaran akibat arus pendek atau korsleting listrik sangat tinggi.

Dengan kondisi ini dinilai perlu ada solusi untuk meminimalisasi kebakaran akibat arus pendek listrik.

Plt Dinas Damkar Makassar, Hasanuddin, melaporkan sudah ada 60 kasus kebaran hingga Juli 2021 ini. Sebanyak 39 kasus di antaranya diakibatkan arus pendek listrik.

“Dari laporan yang ada sebagian besar kasus diakibatkan oleh masalah kelistrikan. Kita minta masyarakat memperhatikan kelistrikan mereka,” kata Hasanuddin, kemarin.

Salah satunya adalah kabel-kabel yang merambat di atas plafon rumah. Dia mengatakan kebel tersebut cukup sulit terpantau sehingga sangat rawan. Salah satu upaya mengurangi risiko adalah memperhatikan umur kabel.

“Jadi ada juga masyarakat yang pakai kabel sampai 20 tahun lebih, padahal ini harusnya sudah diganti,” pungkasnya.

Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan “Danny” Pomanto, mengaku tengah menggagas sistem kelistrikan bawah tanah yang akan diterapkan di Kota Makassar.

Danny menyebut telah membicarakan hal ini ke pihak PLN. Namun, masih akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan khusus.

“Saya akan calling PLN lah, kebetulan GM PLN tadi malam saya ketemu tapi belum agendakan. Tapi GM sebelumnya saya sudah diskusi masalah ini. Saya sudah sampaikan salah satu cara saya ingin membuat sistem kabel bawah tanah,” ucapnya. (*)

Topik berita Terkait:
  1. Damkar Makassar
  2. Pemkot Makassar
Berikan Komentar
Komentar Pembaca