Disbud Makassar Terima Buku “Balai Leluhur Marga Thoeng” sebagai Upaya Pelestarian Sejarah dan Budaya Kota

Kamis, 13 November 2025 21:28 WITA Reporter : Makassarmetro
Disbud Makassar Terima Buku “Balai Leluhur Marga Thoeng” sebagai Upaya Pelestarian Sejarah dan Budaya Kota

MAKASSARMETRO, MAKASSAR – Bidang Cagar Budaya Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Makassar menerima secara resmi buku sejarah berjudul Balai Leluhur Marga Thoeng dari Yayasan Marga Thoeng pada, Kamis (13/11/2025).

Penyerahan dilakukan oleh Ketua Yayasan Marga Thoeng, Harry T. Kumala, kepada Arjuna Asnan Amin selaku perwakilan Bidang Cagar Budaya Disbud Makassar, bertempat di Balai Leluhur Marga Thoeng, Jalan Sulawesi, Makassar.

Buku tersebut ditulis oleh Ir. M. Sudjar Adityadjaja, IAI, dan memuat catatan sejarah keluarga besar Thoeng, termasuk perjalanan pelestarian bangunan Balai Leluhur yang telah berdiri sejak tahun 1898.

Karya ini menjadi kontribusi penting komunitas Tionghoa terhadap pengayaan khazanah sejarah dan budaya di Kota Makassar. Dalam sambutannya, Sudjar menegaskan bahwa penulisan buku ini merupakan langkah konkret dalam menjaga warisan dan memperkuat literasi budaya lokal.

“Balai Leluhur Marga Thoeng tidak hanya menjadi simbol penghormatan kepada leluhur, tetapi juga ruang kebudayaan yang mencerminkan semangat kebersamaan dan keberagaman di Kota Makassar,” ujarnya.

Ketua Yayasan Marga Thoeng, Harry T. Kumala, menambahkan bahwa penerbitan buku tersebut menjadi wujud komitmen keluarga besar Marga Thoeng dalam melestarikan nilai-nilai sejarah leluhur.

“Kami berharap buku ini dapat memberikan manfaat bagi upaya pelestarian sejarah dan kebudayaan di Makassar,” singkatnya.

Di kesempatan terpisah, Kepala Bidang Cagar Budaya Disbud Makassar, Hj. Haryanti Ramli, menyampaikan apresiasi atas kontribusi tersebut.

“Buku ini sangat menarik dan menjadi literatur berharga bagi kami dalam memperkuat upaya pelestarian cagar budaya dan sejarah di Kota Makassar,” ungkapnya.

Melalui penyerahan buku ini, terjalin kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dalam memperkuat upaya pelestarian sejarah, serta meneguhkan identitas Kota Makassar sebagai kota yang majemuk, berbudaya, dan berakar kuat pada nilai kebersamaan. (*)

Topik berita Terkait:
  1. Dinas Kebudayaan Makassar
Berikan Komentar
Komentar Pembaca