MAKASSARMETRO, MEDAN — Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Helmy Budiman, menjadi narasumber pada Forum Lingkungan Hidup Kota Seluruh Indonesia dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026 di Hotel Aryaduta Medan, Selasa (30/6/2026).

Forum yang mengusung tema “Dari Komitmen ke Aksi: Tangguh untuk Mempercepat Penurunan Emisi Demi Bumi Lestari” tersebut mempertemukan pemerintah kota dari berbagai daerah untuk berbagi pengalaman, inovasi, serta memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

Pada kesempatan itu, Helmy membawakan materi “Transformasi Makassar Menuju Kota Rendah Emisi”. Berbagai inovasi Pemerintah Kota Makassar dipaparkan, mulai dari upaya penurunan emisi, pengembangan ruang terbuka hijau, pembangunan gedung hijau, pemanfaatan energi surya di sekolah, hingga penggunaan kendaraan operasional berbasis listrik.
Menurut Helmy, sebagai kota metropolitan dengan jumlah penduduk sekitar 1,47 juta jiwa dan luas wilayah 175,77 kilometer persegi, Makassar menghadapi berbagai tantangan lingkungan.
Mulai dari peningkatan suhu, keterbatasan akses air bersih, hingga kerentanan kawasan pesisir akibat dampak perubahan iklim. Kondisi tersebut menjadi dasar bagi Pemerintah Kota Makassar untuk terus memperkuat kebijakan pembangunan yang berkelanjutan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program, di antaranya penurunan emisi gas rumah kaca, pengembangan ruang terbuka hijau, pembangunan gedung hijau, pemanfaatan energi surya di sekolah, hingga penggunaan kendaraan operasional berbasis listrik.
Pengelolaan sampah turut menjadi salah satu fokus pembahasan. Melalui Makassar Eco Circular (MEC) Hub, Pemerintah Kota Makassar terus mendorong pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular yang dimulai dari pemilahan di sumber, pengolahan sampah organik, hingga pemanfaatan kembali sampah anorganik agar memiliki nilai tambah.
Upaya tersebut diperkuat melalui pelaksanaan Jelajah Sampah di seluruh kecamatan sebagai gerakan edukasi masyarakat, sekaligus penguatan pengelolaan di TPA Tamangapa agar sistem persampahan kota berjalan lebih terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Program tersebut juga terhubung dengan Tanami Tanata’, yang mengintegrasikan pengelolaan sampah organik dengan pertanian perkotaan sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan yang lebih berkelanjutan.
Helmy menyampaikan, berbagai langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam mewujudkan Makassar Bebas Sampah 2029, sekaligus mendukung pengembangan Kota Rendah Emisi dan Kota Tangguh Asia.
“Perubahan iklim harus dijawab dengan aksi nyata dan kolaborasi. Karena itu, kami terus mendorong pengelolaan lingkungan yang dimulai dari perubahan perilaku masyarakat agar mampu mewujudkan Makassar yang lebih bersih, tangguh, dan berkelanjutan.” pungkasnya.
Selain menjadi narasumber, Helmy bersama para Kepala Dinas Lingkungan Hidup anggota APEKSI turut menandatangani Pernyataan Advokasi Bersama yang berisi sejumlah rekomendasi kepada pemerintah pusat terkait percepatan penurunan emisi, penguatan pengelolaan persampahan, pembangunan infrastruktur hijau, serta implementasi kebijakan pembangunan rendah karbon di daerah.
Dalam kegiatan tersebut, Helmy turut didampingi Kepala Bidang Keanekaragaman Hayati DLH Kota Makassar, Amanda Syahwaldi.
(*)
Munafri Pastikan Pemkot Hadir untuk Bantu Korban Kebakaran, KORPRI Makassar Bergerak Lewat Donasi
Rabu, 12 Agustus 2026 20:29
Ketua PP Makassar Erwin Hatta Tutup Usia, ARW hingga Danny Pomanto Sampaikan Belasungkawa
Rabu, 12 Agustus 2026 19:35
Pemkot Makassar Tata Ulang Titik Reklame, Target PAD Naik dan Wajah Kota Tetap Estetik
Senin, 10 Agustus 2026 22:03
TDA Makassar Siap Dampingi UMKM Kembangkan Bisnis Pengelolaan Sampah
Senin, 10 Agustus 2026 20:46
Karebosi Disiapkan Jadi Pusat HUT Ke-81 RI, Pemkot Makassar Matangkan Seluruh Persiapan
Minggu, 09 Agustus 2026 08:28
TP PKK Makassar Gelar Kajian Islam, Perkuat Peran Muslimah Bentuk Keluarga Tangguh
Jumat, 07 Agustus 2026 22:27
DLH Makassar Ajak Masyarakat Kepulauan Jaga Keanekaragaman Hayati Pesisir
Kamis, 06 Agustus 2026 22:30