“Si Omas Pantau Albert” Antar Hamka Darwis Peringkat 1 Diklatpim IV

Kamis, 30 November 2017 20:38 WITA Reporter :
“Si Omas Pantau Albert” Antar Hamka Darwis Peringkat 1 Diklatpim IV

MAKASSARMETRO– Alat berat sebagai kendaraan operasional khususnya pada Dinas Pekerjaan Umum harus memiliki dianggarkan cukup besar baik pengadaan, operasional maupun pemeliharaannya. Agar pemanfaatannya efektif dan efisien maka diperlukan pemantauan secara real-time.

Hal inilah yang menjadi dasar pemikiran yang inovatif dari Humas Dinas PU Makassar, Hamka Darwis yang mengangkat proyek perubahan Sistem Pemantauan Alat Berat (Si Omas Pantau Albert) Berbasis Web Pada UPTD Perbengkelan Dinas PU Makassar.

Proyek perubahan tersebut diusung Hamka Darwis dalam Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan IV Pemkot Makassar yang digelar sejak 8 Agustus hingga 30 November 2017. Di mana dalam Diklatpim IV tersebut, Hamka Darwis berhasil meraih peringkat pertama.

“Peringkat 1 ini adalah hasil kerja keras semua pihak yang telah membantu dan membimbing kami, antara lain pimpinan unit kerja, coach, penguji dan Widyaiswara serta seluruh Panitia Pelaksana Kegiatan,” ungkap Hamka Darwis usai disematkan predikat terbaik, Kamis (30/11/2017).

Melihat prospek dari Si Omas Pantau Albert ini, Walikota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto berencana akan menerapkannya di Dinas PU. Menurutnya, sistem pengelolaan dan monitoring alat berat secara online sangat dibutuhkan oleh Kota Makassar.

“Manajemen mengenai peralatan-peralatan di Dinas PU merupakan masalah tersendiri, sehingga diperlukan pengelolaan dan sistem monitoring secara online. Aplikasi dalam bentuk proyek perubahan ini sangat dibutuhkan oleh Kota Makassar, insya Allah akan diterapkan,” kata Moh. Ramdhan Pomanto.

Pujian juga datang dari Kepala Dinas PU Makassar, Muh. Anshar yang menilai keberadaan Si Omas Pantau Albert ini akan sangat bermanfaat, tidak hanya bagi Dinas PU selaku penanggungjawab pemeliharaan alat berat melainkan juga Kota Makassar.

“Selama ini kita kesulitan memantau alat berat ketika sudah di lapangan, apakah dia sudah bekerja dengan baik atau tidak, apakah bekerja sesuai tugas kedinasan atau tidak, apakah keluar dari kota Makassar atau tidak. Maka dari itu kami sangat terbantu dan bermabfaat jika sistem pemantauan ini diterapkan,” ujarnya.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca