somberena parlementa

Umur TPA Tamangapa Sampai 2020, Ini Langkah Kepala DLH Makassar Urai Sampah Organik

Sabtu, 30 Maret 2019 14:26 WITA Reporter : Helmi
Umur TPA Tamangapa Sampai 2020, Ini Langkah Kepala DLH Makassar Urai Sampah Organik

MAKASSARMETRO– Sebagian besar produksi sampah yang dihasilkan oleh Kota Makassar adalah sampah organik, berupa sampah makanan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar, Rusmayani Madjid mengatakan, 57 persen sampah yang sampai ke Tempat Pemrosesan Akhir Tamangapa adalah sampah makanan.

Hal ini diungkapkan Rusmayani Madjid saat menjadi narasumber dalam Konsultasi Publik Pengelolaan Sampah Makanan di Hotel Jolin, Jalan Pengayoman. Sabtu (30/3/2019).

“Riset oleh Yayasan Peduli Negeri menunjukkan 57 persen sampah organik dari makanan. Makanya perlu pengolahan dan pemilahan sejak dari sumbernya,” ungkap Rusmayani Madjid.

Diketahui, DLH Makassar telah menandatangani nota kesepahaman dengan sejumlah pihak, seperti PHRI dan asosiasi pengusaha jasaboga, terkait pengolahan sampah dan limbah.

Namun, kata Rusmayani Madjid, hal ini menjadi sia-sia jika, sampah yang telah dipilah oleh produsennya, harus bercampur lagi saat pengangkutan ke TPA.

“Meski telah terpilah, namun bercampur di TPA itu sama saja. Ini harus menjadi perhatian kita, persoalan sampah harus dilaksanakan secara massal,” kata Maya, sapaan akrabnya.

Mantan Kepala Dinas Pariwisata Makassar ini juga membeberkan bahwa daya tampung TPA Tamangapa hanya sampai 2020. Berdasarkan riset Green Technology Center (GTC) Korea Selatan.

Selain pemilahan, optimalisasi TPS3R yang berada di Makassar perlu dilakukan. Rusmayani menyebut upaya lain untuk mengurai sampah organik ini dengan pemanfaatan teknologi maggot blackfly.

“Umur TPA Tamangapa sampai 2020, ini penelitian dari Korea. Kita perlu memaksimalkan sarana yang kita punya, sepeti TPS3R, kita juga ingin menerapkan teknologi menggunakan ulat, untuk mereduksi sampah organik ke TPA,” pungkasnya.

Topik berita Terkait:
  1. Dlh
Berikan Komentar
Komentar Pembaca