Pentingnya Perwira Pelayaran Kompetitif Hadapi Era Revolusi Industri 4.0

Jumat, 28 Juni 2019 08:48 WITA Reporter : Makassarmetro
Pentingnya Perwira Pelayaran Kompetitif Hadapi Era Revolusi Industri 4.0

SEMARANG – Di era revolusi industri 4.0 ini, kita seolah dituntut untuk bisa beradaptasi secara cepat mengikuti perkembangan teknologi yang serba automasi.

Tak terkecuali dalam dunia pelayaran. Perwira perwira pelayaran dituntut meningkatkan kompetensi serta keterampilan agar dapat bersaing secara kompetitif. Sebab, mereka harus memberikan kontribusi untuk negara dalam menghadapi persaingan global.

Hal itu disampaikan Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Setiawan Wangsaatmaja Upacara Bon Voyage di Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang, Rabu lalu.

“Lulusan ini harus cepat beradaptasi sesuai dengan kebutuhan dan juga tantangan dalam menghadapi revolusi industri 4.0,” katanya dikutip dari laman menpan.go.id.

Agar kesadaran maritim bangsa ini tumbuh, perlu diingat, hasil Deklarasi Djuanda pada 13 Desember 1957 telah menambah luas laut Indonesia.

Saat itu, Amerika, Australia, Belanda, dan Selandia Baru keras menentang dan tidak mengakui konsepsi Nusantara. Hanya Uni Soviet dan Republik Rakyat China yang menyetujui.

Sekadar pengingat, tanpa Deklarasi Juanda, perairan Indonesia akan sangat sempit.

Setiawan menyampaikan, perwira pelayaran menjadi salah satu ujung tombak pembangunan bangsa. Diharapkan berperan aktif serta menjadi bagian dalam memajukan industri pelayanan nasional.

Lebih lanjut ia mengajak para siswa Diklat Pelaut yang akan kembali ke medan tugas untuk dapat memberikan pelayanan pada masyarakat dengan baik.

Pada kesempatan tersebut, Direktur PIP Semarang Capt. Mashudi Rofik mengatakan program Diklat Pelaut Tingkat I, IV, dan V yang diikuti para perwira ini meliputi seleksi administrasi, kesehatan, tes potensi akademik, dan wawancara.

Kemudian, para peserta diklat menjalani pekan orientasi dasar, proses belajar mengajar, ujian akhir diklat serta tes keahlian pelaut.

“Mereka akan diberikan Certificate of Competency (COC) atau Sertifikat Keahlian Pelaut Tingkat I, IV, dan V,” tandasnya.

Mashudi berharap, perwira yang baru menyelesaikan pendidikan di PIP ikut andil dalam kegiatan sektor perhubungan laut, pembangunan nasional, serta transportasi kelautan secara nasional dan internasional.

Sebanyak 138 orang perwira siswa Diklat Pelaut Tingkat I, IV, dan V dilepas sebagai perwira pelayaran niaga dalam Upacara Bon Voyage di Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang.

Topik berita Terkait:
  1. Industri 4.0
  2. Pelayaran
  3. Pendidikan
Berikan Komentar
Komentar Pembaca