somberena parlementa

Teater Sastra Klasik Sulsel “I La Galigo” Digelar di Ciputra Artpreneur

Kamis, 04 Juli 2019 19:05 WITA Reporter : Makassarmetro
Teater Sastra Klasik Sulsel “I La Galigo” Digelar di Ciputra Artpreneur

JAKARTA- Sulsel patut berbangga.
Sastra klasik dari Sulsel “Sureq Galigo” diadaptasi menjadi pertunjukan teater “I La Galigo”.

Dilansir dari Antara, pertunjukan teater “I La Galigo” oleh Yayasan Bali Purnati didukung Bakti Budaya Djarum Foundation yang digelar di Ciputra Artpreneur pada 3-7 Juli 2019.

“Sureq Galigo” adalah wiracarita mitos penciptaan suku Bugis (circa abad 13 dan 15) yang terabadikan lewat tradisi lisan dan naskah-naskah, kemudian dituliskan dalam bentuk syair menggunakan bahasa Bugis dan huruf Bugis kuno.

Dalam adaptasi naskah panggung ini, “Sureq Galigo” menjadi dasar kisah yang menggambarkan petualangan perjalanan, peperangan, kisah cinta terlarang, pernikahan yang rumit dan pengkhianatan.

Elemen-elemen ini dirangkai menjadi cerita besar yang menarik dan dinamis dan ternyata masih relevan dengan kehidupan modern.

Karya musik-teater “I La Galigo” ini bercerita melalui tarian, gerak tubuh, soundscape dan penataan musik gubahan maestro musik Rahayu Supanggah di bawah penyutradaraan salah satu sutradara teater kontemporer terbaik dunia saat ini, Robert Wilson.

Pertunjukan yang berdurasi dua jam ini disertai tata cahaya dan tata panggung yang spektakuler.

Untuk menciptakan ekspresi yang lebih dramatis, sebanyak 70 instrumen musik, mulai dari instrumen tradisional Sulawesi, Jawa, dan Bali akan dimainkan 12 musisi untuk mengiringi pertunjukan ini.

Penataan bunyi dan musik ini merupakan sebuah hasil karya dan hasil kerja intensif melalui riset yang tidak main-main di bawah penyelia Rahayu Supanggah.

“Mulai dari tahun 2001 kami mempelajari naskah tua yang dianggap sakral dalam budaya Bugis tersebut, sekaligus mendalami budaya Sulawesi Selatan. Setelah tiga tahun, akhirnya pada tahun 2004 kami melakukan pementasan pertama I La Galigo di Esplanade, Singapura,” ujar Restu I.
Kusumaningrum, Ketua Yayasan Bali Purnati dan Direktur Artistik I La Galigo.

Teater ini kembali hadir di Jakarta setelah melanglang buana ke sembilan negara.

Restu berharap pertunjukan yang dikemas secara modern bisa memperkenalkan naskah kuno asli Nusantara untuk generasi muda.

Topik berita Terkait:
  1. Hiburan
  2. I La Galigo
  3. Teater
Berikan Komentar
Komentar Pembaca