somberena parlementa

Dua Tim Robot Unhas Lolos Kontes Robot Terbang Indonesia

Kamis, 15 Agustus 2019 17:28 WITA Reporter : Makassarmetro
Dua Tim Robot Unhas Lolos Kontes Robot Terbang Indonesia

MAKASSARMETRO – Unhas berhasil meloloskan dua tim dalam ajang kompetisi Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2019. Ajang ini dijadwalkan akan diselenggarakan pada 1 – 6 Oktober 2019 di Lapangan Udara TNI-AL Gratis Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

KRTI merupakan kompetisi UAV di Indonesia. UAV atau unmanned aerial vehicle adalah teknologi pesawat tanpa pengemudi atau pilot, atau yang biasa disebut pesawat tanpa awak.

Kompetisi ini sudah diinisiasi dengan adanya penyelenggaraan Indonesian Indoor Aerial Robot Contest (IIARC) yang merupakan kontes robot terbang pertama untuk kategori indoor (dalam ruangan).

Kontes ini telah diadakan setiap tahun di Institut Teknologi Bandung (ITB) sejak 2008 hingga 2011.

Pelaksana kontes adalah Program Studi Aeronotika dan Astronotika, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB bersama dengan mahasiswa Program Studi Aeronotika dan Astronotika, Keluarga Mahasiswa Teknik Penerbangan (KMPN) ITB.

Sejak dimulai pada 2008, jumlah peserta terus meningkat. Mulai dari hanya 15 tim pada tahun 2008, hingga mencapai 44 tim pada 2010.

Tahun ini, sebanyak 95 Tim dari 4 kategori lomba telah diumumkan. Unhas berhasil meloloskan dua tim, yaitu: Divisi Fixed Wing : oleh Tim PHINISI 09 dan Divisi Vertical Take-Off Landing : oleh Tim KARAENG09.

Direkotur Komunikasi Unhas, Suharman Hamzah menyampaikan, Unhas sangat bangga akan setiap prestasi yang diraih mahasiswa. Sebab, hal ini menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan dosen sebagai tenaga pengajar.

“Hasil ini menunjukkan bahwa ada kolaborasi yang baik antara dosen pendamping dan mahasiswa. Semuanya punya kredibilitas tinggi, punya semangat kompetisi tinggi. Jadi, setiap lomba yang ada kami memberikan dukungan kepada mereka,” jelas Suharman.

Konsep KRTI sendiri pada dasarnya peserta ditantang untuk mendesain, membuat serta menerbangkan sebuah pesawat.

Tantangan yang diberikan mengharuskan peserta mendapatkan kompromi antara geometri pesawat, konstruksi, dan sistem elektronik yang diintegrasikan pada pesawat terbang.

“Kami berharap tim Unhas dapat mencapai hal yang maksimal pada ajang ini,” kata Suharman.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca