somberena parlementa

Unhas MoU Kerja Sama Double Degree Pengembangan ASN Indonesia

Rabu, 21 Agustus 2019 16:05 WITA Reporter : Makassarmetro
Unhas MoU Kerja Sama Double Degree Pengembangan ASN Indonesia

MAKASSARMETRO – Kementerian PANRB bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk meningkatkan peningkatan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui program double degree.

Komitmen itu diwujudkan dengan melibatkan unsur perguruan tinggi dalam mengembangkan pengetahuan dan keterampilan serta membangun budaya melayani ASN terhadap masyarakat.

Unhas dan UI dipercayakan membangun kerja sama dengan perguruan tinggi mitra di luar negeri dalam imlementasi program tersebut dengan menggandeng dua universitas di Australia dan Selandia Baru.

Untuk itu, Kementerian PAN/RB menggelar peluncuran Program Pengembangan Kapasitas ASN dan Penandatanganan Naskah Kesepahaman dan Letter of Intent (LoI) di The Westin Hotel Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Acara tersebut dihadiri Menteri PANRB, Drs Syafruddin, MSi. Sekjen Kemenristekdikti Prof Ainun Naim, PhD, Sekjen Kementerian Keuangan, Hadiyanto, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Dekan Faculty of Arts The University of Melbourne, Prof. Russel Goulbourne, Assistant Vice Chancellor Victoria University Wellington, Rebecca Needham, Rektor UI, Prof. Dr. Muh. Anis, dan Rektor Unhas, Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA.

“Perguruan tinggi yang dilibatkan untuk program ini adalah Universitas Indonesia dan Univesitas Hasanudin sebagai representasi ASN di wilayah barat dan timur. Sementara Victoria University of Wellington dan University of Melbourne setuju untuk terlibat dalam program ini,” kata Sekretaris Kementerian PANRB, Dwi Wahyu Atmaji.

Pada kesempatan itu dilakukan penandatanganan Naskah Kesepahaman yang dibagi dalam empat sesi.

Sesi pertama, melibatkan empat pihak yaitu Kementerian PAN/RB, LPDP, UI dan Unhas terkait kesepakatan untuk LOI pembiayaan program double degree ini.

Selanjutnya juga dilakukan penandatanganan Naskah Kesepahaman antara Kementerian PAN/RB dan Unhas.

Naskah itu terkiat pendayagunaan aparatur negera dan pelaksanaan reformasi birokrasi. Setidaknya ada 10 bidang yang akan ditindaklanjuti Unhas.

Selain itu, pada sesi tiga, dilakukan penandatanganan antara Unhas dan Victoria University Wellington, Selandia Baru. Naskah kesepahaman itu merujuk pada implementasi program double degree.

Demikian pula pada sesi terakhir antara Unhas dan University of Melbourne, Australia.

Dengan program ini, para ASN terpilih akan menjalani masa studi satu tahun di dalam negeri dan satu tahun di luar negeri.

Untuk studi di dalam negeri, akan berfokus pada muatan lokal (local content) mengenai birokrasi Indonesia, sementara di luar negeri akan berfokus tentang perkembangan administrasi negara dan reformasi birokrasi dunia.

Syafruddin mengatakan, ini merupakan aksi awal dari grand desain reformasi nasional sesuai dengan visi Indonesia 2045 mendatang. Sumber daya manusia aparatur negara, bahkan di sektor swasta pun perlu mengubah diri untuk pembangunan tersebut.

“Saat ini semua negara di dunia melakukan lompatan besar, mengubah tata kelola pemerintahannya, juga melakukan terobosan dan inovasi besar untuk fungsi pemerintahan. Sesuai dengan pidato Presiden, untuk tujuan pembangunan berkelanjutan, reformasi birokrasi ini jadi prioritas,” kata Syafruddin.

Pada bagian akhir, Menteri PAN/RB ini mengimbau kepada seluruh pimpinan lembaga dan kepala daerah untuk segera menyiapkan ASN masing-masing.

Pihak LPDP sudah menyiapkan alokasi untuk ASN yang lolos program tersebut, namun diharapkan jumlah yang lolos dapat maksimal sesuai kuota yang telah disiapkan.

Topik berita Terkait:
  1. ASN
  2. Pendidikan
  3. Unhas
Berikan Komentar
Komentar Pembaca