somberena parlementa

Rektor Asing Pertama Pimpin Universitas Siber Indonesia

Senin, 26 Agustus 2019 17:35 WITA Reporter : Makassarmetro
Rektor Asing Pertama Pimpin Universitas Siber Indonesia Menristek memperkenalkan rektor asing untuk Universitas Siber Asia, Jang Youn Cho, yang berasal dari Korsel (Foto: Aditya Mardyastuti/detikcom)

MAKASSARMETRO – Pemerintah resmi mengimpor rektor asing untuk memimpin perguruan tinggi (PT) yang ada di Indonesia.

Rektor asing pertama yang berasal dari Korea Selatan ini akan memimpin Universitas Siber Indonesia.

Chou dikenalkan sebagai rektor asing pertama yang memimpin PT di Indonesia oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir.

“Pertama kali rektor asing yang masuk di Indonesia yaitu di Universitas Siber Indonesia yang diselenggarakan Universitas Nasional Jakarta,” kata Nasir di Hotel Grand Ina, Sanur, Bali, Senin (26/8/2019) dikutip Medcom.id.

Nasir mengatakan, Universitas Siber Indonesia merupakan lembaga pendidikan pertama yang sistem pendidikannya berbasis daring. Chou dipilih karena dinilai tepat.

“Universitas ini adalah yang pertama kali di Indonesia yang berbasis pada online, di mana mereka yang rektor tadi punya pengalaman mengelola perguruan tinggi (berbasis daring) ,” ujar Nasir.

Chou mempunyai rekam jejak yang bagus. Tercatat, Chou pernah mempunyai pengalaman di dua universitas yang berbeda negara.

“Satu memiliki pengalaman di Hankuk University di Korea Selatan dan pernah jadi dosen sepuluh tahun di universitas di Amerika dan saat ini menjadi rektor di Universitas Siber Indonesia,” terang Nasir.

Pengadaan rektor asing ini bukan lantaran tidak adanya rasa nasionalisme. Ini dilakukan untuk mendorong universitas di Indonesia agar setara dengan universitas di luar negeri.

Chou dituntut bisa memajukan mutu pendidikan di Indonesia setara dengan internasional.

“Targetnya adalah meningkatkan APK (Angka Partisipasi Kasar), mutu menjadi baik dan daya saing di tingkat internasional. Harapan saya, karena ini di Asia, mahasiswanya tidak hanya dari Indonesia saja dan ini ada permintaan dari ASEAN sendiri, Asia Barat, maupun di Afrika,” tutur Nasir.

Pengadaan rektor asing ini masih dalam tahap percobaan di beberapa kampus swasta.

Untuk kampus negeri, Kemenrisdikti sedang melakukan rancangan yang matang.

Nasir ingin rektor asing bisa berjalan di kampus negeri jika memungkinkan dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

“Untuk PTN kami masih memperbaiki peraturan-peraturan yang terkait. Harapan saya mereka bisa berkolaborasi juga untuk meningkatkan kualitas,” tandasnya.

Instruksi Presiden

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan Mohamad Nasir agar menyiapkan instrumen regulasi untuk mempermulus wacana rekrutmen rektor dan dosen asing di perguruan tinggi Indonesia.

Respons serius presiden yang ingin merekrut rektor dan dosen asing, kata Nasir, ditunjukkan dengan menginstruksikan Nasir untuk menyiapkan segala hal terkait instrumen regulasinya.

Kata Natsir, ada beberapa regulasi yang akan kami perbaiki, Peraturan Pemerintah (PP) dan Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti).

Terutama yang terkait dengan tata cara pemilihan rektor di PTN-BH (Perguruan Tinggi Negeri berstatus Badan Hukum) untuk mendatangkan rektor dari luar negeri.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca