
MAKASSARMETRO – Tim asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes) melakukan visitasi ke Fakultas Kedokteran Gigi Unha, Selasa (17/9/2019).

Visitasi ini dilaksanakan dalam rangka pemenuhan persyaratan minimum akreditasi untuk pembukaan program studi yang diusulkan oleh Unhas sebagai PTN Badan Hukum, yaitu Spesialis Ortodonsia pada Fakultas Kedokteran Gigi.
Rektor Unhas, Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA, berkesempatan menerima kunjungan silaturahim dua asesor LAM-PTKes, yaitu: Dr. drg. Ida Bagus Narmada, Sp.Ort.(K) dan drg. Erwan Sugiatno, MS, Sp.Ort.(K)., Ph.D yang masing-masing sebagai anggota asesor. Keduanya didampingi oleh Dr. drg. Mia Damiyati, M.Pd sebagai pendamping asesor LAM-PTKes.
Kedatangan mereka didampingi Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Unhas, drg. Muh. Ruslin, M.Kes, Sp.BM, Ph.D, dan beberapa dosen senior dan dosen muda FKG Unhas.
Dalam pertemuan tersebut, Rektor Unhas menyampaikan terima kasih atas kesediaan para asesor melakukan visitasi terhadap Program Studi Spesialis Ortodonsia di FKG Unhas.
Ia berharap hasil visitasi nantinya dapat memberi hasil terbaik sesuai kondisi di lapangan.
“Sebagai pimpinan universitas, saya terus mendorong fakultas kami agar kreatif dan proaktif membuka program studi baru yang sesuai perkembangan jaman dan kebutuhan masyarakat,” kata Dwia.
Pada kesempatan terpisah, Dekan FKG Unhas menjelaskan bahwa Program Studi Spesialis Ortodonsia yang dibuka di Unhas ini memiliki keunikan yang sangat berbeda dengan dibandingkan prodi sejenis. Hal ini merupakan keunggulan yang ditawarkan oleh prodi Spesialis Ortodonsia di Unhas.
“Keunggulan kami adalah kami memfokuskan kurikulum dan pembelajaran pada sentra layanan myofunctional. Metode ini lebih menekankan pada pencegahan atau preventif. Ini adalah prodi spesialis satu-satunya di Indonesia yang mengembangkan pendekatan preventif,” jelas Ruslin.
Ruslin selanjutnya menjelaskan bahwa ortodonsia merupakan bidang kedokteran gigi yang khusus mempelajari tentang estetika posisi gigi, rahang, dan wajah.
Secara konvensional, metode ortodinsia itu menggunakan alat-alat yang kompleks dan rumit.
“Metode konvensional itu mulai ditinggalkan. Di negara-negara maju, sekarang itu trendnya adalah preventif. Unhas menjadi yang terdepan kalau di Indonesia untuk metode ini,” kata Ruslin.
Tim asesor LAM-PTKes yang melakukan visitasi di Unhas telah melaksanakan tugas sejak tanggal 16 hingga 17 September 2019.
Mereka melihat kondisi aktual kurikulum, tenaga pengajar dan ahli, serta fasilitas pendukung lainnya.
Wali Kota Makassar Terima Penghargaan Paritrana Award, Bukti Komitmen Lindungi Pekerja Rentan
Sabtu, 09 Mei 2026 00:04
“Dari Literasi ke Aksi”, Pemkot Makassar Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Akses Keuangan Nyata
Kamis, 07 Mei 2026 20:44
SPMB Makassar 2026 Resmi Dibuka, Disdik Siapkan Sistem Transparan dan Anti Manipulasi
Kamis, 07 Mei 2026 20:40
Bukti Kerja Kolaboratif, Makassar Masuk Elite Kota Toleran Indonesia
Rabu, 06 Mei 2026 21:16
Pemkot Makassar Susun Roadmap Terintegrasi Penanganan ODGJ Berbasis Kolaborasi
Rabu, 06 Mei 2026 21:02
Munafri dan Mensos Sepakat Perkuat Program Sosial Terpadu untuk Kesejahteraan Warga
Selasa, 05 Mei 2026 15:58
Tanpa Penertiban, Warga Tamalanrea Bongkar Mandiri 6 Lapak di Atas Drainase
Selasa, 05 Mei 2026 15:55
SPMB 2026 Resmi Diluncurkan, Pendaftaran SD dan SMP di Makassar Kini Bisa Melalui Aplikasi LONTARA+
Sabtu, 02 Mei 2026 22:35