somberena parlementa

Pimpinan GPM dan Prodi se-Unhas Gelar FGD Penjaminan Mutu

Sabtu, 21 September 2019 21:32 WITA Reporter : Makassarmetro
Pimpinan GPM dan Prodi se-Unhas Gelar FGD Penjaminan Mutu

MAKASSARMETRO – Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP) Unhas menggelar Focus Group Discussion (FGD) Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal 2019 di Hotel Claro, Jumat-Minggu (20-22/9/2019).

FGD ini diikuti oleh Gugus Penjaminan Mutu (GPM) Fakultas dan Sekolah Pascasarjana se-Unhas. Hadir juga para Ketua Departemen, Ketua Program Studi, dan tenaga pendamping program studi.

Kepala Pusat Penjaminan Mutu Internal pada LPMPP Unhas, Prof. Dr. Ir. Musrizal Muin, M.Si menjelaskan, FGD ini merupakan kelanjutan dari hasil workshop perumusan instrumen monitoring dan evaluasi kinerja pembelajaran yang dilaksanakan beberapa bulan lalu.

Hasil rumusan instrumen yang dikembangkan oleh masing-masing GPM saat itu juga mengacu pada sistem akreditasi menggunakan Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS) 4.0.

“Kegiatan sekarang bertujuan untuk mengkomunikasikan dan mensosialisasikan instrumen tersebut, sebagai bagian dari sistem penjaminan mutu internal. Kami sekaligus meminta setiap prodi untuk mengidentifikasi data yang diperlukan dan mengisi data tersebut,” jelas Musrizal.

Selama pelaksanaan kegiatan, setiap program studi melaporkan kemajuan pekerjaan setiap sesi atau setiap hari dan GPM melakukan evaluasi untuk merumuskan rencana tindak lanjutnya.

“Dengan mekanisme ini, maka target kita adalah tersedia dokumen Laporan Kinerja Program Studi dan Rimusan Rencana Tindak Lanjut untuk peningkatannya. Semua hal ini dilakukan untuk menjamin berlangsungnya siklus PPEPP dalam sistem penjaminan mutu internal kita,” kata Musrizal.

Siklus PPEPP merupakan manajemen penjaminan mutu yang terdiri atas Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan. Siklus ini diharapkan dapat diterapkan secara konsisten, terutama pada level program studi di seluruh fakultas.

Sebagai koordinator penjaminan mutu internal tingkat universitas, Musrizal melihat manfaat lain dari kegiatan ini, yaitu terbangunnya interaksi yang sangat harmonis dan dinamis antar pimpinan program studi dan GPM di setiap fakultas.

“Saya melihat kegiatan ini membangkitkan sinergisitas kerjasama, saling pengertian tentang peran masing-masing dalam menghadapi IAPS 4.0 antara prodi sebagai pelaksana kegiatan dan GPM sebagai representasi evaluator mutu unit pengelola program studi dan fakultas,” tutup Musrizal.

Topik berita Terkait:
  1. Pendidikan
  2. Unhas
Berikan Komentar
Komentar Pembaca