somberena parlementa

Rektor Unhas: Membangun Papua Tanggung Jawab Bersama

Kamis, 26 September 2019 08:31 WITA Reporter : Makassarmetro
Rektor Unhas: Membangun Papua Tanggung Jawab Bersama

MAKASSARMETRO – Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA bersama jajaran pimpian universitas menggelar malam ramah tamah dengan mahasiswa asal Papua, Program Vokasi Kesehatan Asmat, dan mahasiswa asal daerah 3T (terdepan, terluar, dan terbelakang) yang menempuh pendidikan di Unhas.

Acara berlangsung di Rumah Jabatan Rektor Unhas, Jl. Kartini No. 2 Makassar, Rabu malam (25/9/2019).

Turut hadir pada kesempatan ini Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan, Dr. Ir. Jumain Ape, M.Si.

Direktur Komunikasi Unhas, Suharman Hamzah, Ph.D memandu jalannya acara. Ia mengatakan, saat ini ada sekitar 260 mahasiswa asal Papua dan mahasiswa 3T yang menempuh pendidikan di Unhas.

“Mereka ini menempuh pendidikan di berbagai program studi dan berbagai fakultas. Khusus untuk mahasiswa asal Asmat yang merupakan program vokasi kesehatan bekerja sama dengan Pemkab Asmat, mereka menempuh pendidikan kolaborasi Fakultas Kedokteran, Fakultas Keperawatan, dan Fakultas Kesehatan Masyarakat,” kata Suharman.

Rektor Dwia dalam sambutannya mengatakan sangat berbahagia dapat menyelenggarakan kegiatan ramah tamah ini.

Kegiatan ini sama sekali tidak berkaitan dengan dinamika di Papua, namun memang merupakan rencana lama yang baru terealisir.

“Kami berkomitmen membangun Papua adalah tanggung jawab bersama. Unhas sebagai lembaga pendidikan tinggi masuk ke wilayah pengembangan sumber daya manusia, sesuai mandatnya sebagai lembaga pendidikan. Apalagi, kami sekarang bergerak ke arah humaniversity, sehingga ini adalah bagian dari tanggung jawab kemanusiaan,” kata Dwia.

Guru Besar Ilmu Sosiologi ini juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa Papua dan 3T asal jangan lama-lama kuliah di Unhas. Dwia berharap mereka dapat selesai tepat waktu, sehingga dapat segera memberi sumbangsih bagi pembangunan daerahnya.

“Pokoknya jangan lama-lama di sini. Segera kembali ke daerah setelah selesai, dan berikan yang terbaik untuk daerah asal kalian. Tapi nanti kalau sudah kembali ke daerah asal, jangan juga lama-lama. Segeralah kembali ke Unhas untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Ambil S2 dan S3 disini. Unhas akan selalu siap menerima kalian. Ini adalah rumah kalian juga,” kata Dwia yang disambut tepuk tangan dari ratusan mahasiswa Papua dan 3T yang hadir.

Pesan Dwia, selama menempuh pendidikan di Unhas, mahasiswa asal Papua dan 3T memperluas jaringan. Era sekarang adalah era networking, maka mahasiswa perlu berinteraksi dengan berbagai pihak.

Jaringan yang terbentuk sekarang suatu saat akan berperan dalam mendukung karir dan cita-cita.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristektinggi, Dr. Ir. Jumain Ape, M.Si menyambut hangat acara malam ini.

Ia tidak menyangka akan diundang hadir pada malam ramah tamah dengan mahasiswa asal Papua dan 3T.

“Saya mendukung penuh keinginan kita untuk mengembangankan saudara-saudara dan anak-anak kita dari Papua. Daerah kita ini kaya, tapi sekarang masih dikelola oleh bangsa lain. Kita harapkan, ke depan daerah ini akan dikelola oleh bangsa Indonesia sepenuhnya, khususnya oleh putra-putri Papua sendiri. Disinilah pentingnya kita mengembangkan kesiapan SDM putra-putri Papua,” kata Jumain.

Dirjen Penguatan Inovasi berharap selama menempuh pendidikan tinggi, anak-anak Papua dan 3T ini dapat terus mengikuti perkembangan teknologi, sehingga dapat menjadi SDM unggul.

Tantangan pembangunan masa depan Indonesia hanya dapat diatasi dengan sumber daya manusia berkualitas.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa Papua yang diberi kesempatan untuk menyampaikan sambutan singkat menyatakan sangat senang bisa berada di Unhas.

Betuel Nabyal yang merupakan mahasiswa Prodi Fisika Fakultas MIPA Unhas yang saat ini dipercaya sebagai Ketua Ikatan Mahasiswa Papua Universitas Hasanuddin (IMP-Unhas) mengatakan bahwa dirinya dan puluhan teman lain mencoba berinteraksi dan mengikuti proses belajar di Unhas. Meskipun cukup berat, namun dirinya menganggap itu sebagai tantangan.

“Kami memang menghadapi beberapa persoalan, namun dengan dukungan Bapak Ibu pimpinan dan dosen, kami berharap dapat mengatasi masalah-masalah tersebut,” kata Betuel.

Mewakili teman-temannya, Betuel menyampaikan enam point permintaan kepada pimpinan Unhas, yang merupakan kebutuhan mereka saat ini. Beberapa diantara permintaan tersebut adalah bantuan jaminan kesehatan untuk pengobatan lanjut, bantuan sekretariat, serta bantuan untuk bimbingan tambahan agar mereka dapat mengikuti standar pendidikan di Unhas yang menurutnya cukup tinggi.

Acara ramah tamah ini kemudian dilanjutkan dengan menyanyi dan menari bersama.

Mahasiswa-mahasiswa Papua bersama Rektor dan pimpinan Unhas yang hadir tampak antusias mengikuti beberapa tarian khas Papua yang diperagakan bersama-sama.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca