somberena parlementa

Fakultas Kedokteran Unhas Angkat Dosen Asing Luar Biasa, Ini Alasannya

Jumat, 27 September 2019 17:22 WITA Reporter : Makassarmetro
Fakultas Kedokteran Unhas Angkat Dosen Asing Luar Biasa, Ini Alasannya

MAKASSARMETRO – Fakultas Kedokteran Unhas mengangkat enam dosen asing yang diberi Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai Dosen Asing Luar Biasa. Penyerahan ini berlangsung di Hotel Claro, Kamis (26/9/2019).

Turut hadir Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kerjasama, Sekretaris Universitas, Dekan, Direktur RS Unhas, dan sejumlah dosen Fakultas Kedokteran.

Adapun dosen asing yang diangkat sebagai Dosen Asing Luar Biasa ialah Professor Yoshiaki Kiuchi, MD, Ph.D, Dr. Andrew Pyott, Dr. Andrew Blaikie, Dr. Fiona Dean, Dr. John Ellis, dan Dr. Mark Ellis.

Dekan Fakultas Kedokteran Unhas, Prof. dr. Budu, Ph.D, Sp.M(K), M.Ed. menjelaskan, fakultas yang dipimpinnya sebenarnya memiliki banyak dosen asing yang secara rutin membagikan ilmunya, namun selama ini hanya untuk pendidikan residen dan pendidikan ko-asisten (koas).

“Kehadiran mereka di FK Unhas bervariasi, bahkan ada yang sudah 10 tahun. Ini adalah tenaga potensial bagi pengembangan FK dan Unhas pada umumnya. Makanya kami mengusulkan agar mereka ini diberi status Dosen Asing Luar Biasa secara resmi. Tentu hal ini akan berkontribusi pada reputasi internasional Unhas,” kata Budu.

Alasan lain pengangkatan dosen-dosen ini sebagai dosen Unhas adalah untuk kepentingan pengembangan Fakultas Kedokteran.

Saat ini Pendidikan Dokter di Unhas telah terakreditasi internasional dan sekarang memiliki kelas internasional. Maka, akan lebih memiliki reputasi lagi dengan hadirnya dosen asing di kelas internasional.

“Mereka siap membagikan ilmunya secara lebih intensif. Apalagi, dosen-dosen ini memiliki network luas. Kita harapkan dengan merekrut mereka sebagai Dosen Asing Luar Biasa akan berimbas pada perluasan jejaring global Fakultas Kedokteran,” jelas Budu.

Ahli mata dan mengenyam pendidikan di Jepang ini mengatakan, untuk tahap pertama baru 6 enam orang dosen ini dulu yang diberikan SK.

“Ada beberapa lagi dosen-dosen asing akan kita angkat. Yang enam orang ini adalah untuk bidang mata. Ada juga untuk ortopedi, neurology, kesehatan jiwa dan lainnya akan kita angkat,” papar Budu.

Saat penyerahan SK Pengangkatan, beberapa dosen asing menyampaikan ekspresi dan tanggapannya.

“Ikatan kami dengan Makassar, khususnya Unhas sudah seperti keluarga. Setiap berkunjung ke sini, kami selalu diberikan pelayanan layaknya saudara jauh yang kembali berkunjung ke kampung halaman. Semoga kehangatan ini senantiasa terjaga di antara kita,” kata John Ellis yang disambut tepuk tangan hadirin.

“Saya selalu terkesima dengan kesantunan orang Makassar dan rasa antusiasmenya untuk belajar. Sebagai seorang pengajar, hal yang membuat saya bahagia adalah ketika saya berbagi pengetahuan saya kepada orang lain, dan orang-orang di sini khususnya Unhas, selalu menunjukkan itu dan saya sangat bersyukur akan hal tersebut,” jelas Fiona Dean.

Rektor Unhas dalam sambutannya mengungkapkan rasa terimakasihnya atas terangkatnya seluruh dosen asing di Fakultas Kedokteran.

“Kami sangat berterimakasih kepada seluruh dosen yang telah mengabdikan dirinya untuk berbagi ilmu dan pengalaman kepada Unhas. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya hubungan antar universitas dari berbagai negara ini,” kata Dwia.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Prof. Dwia memperkenalkan Unhas sebagai Communiversity dan Humaniversity kepada enam dosen asing yang berasal dari berbagai negara tersebut.

“Sebagai rektor, saya dengan bangga menyampaikan gelar baru Unhas sebagai Communiversity dan Humaniversity. Maksudnya adalah bagaimana Unhas sebagai institusi pendidikan mengambil peran dalam komunitas-komunitas yang ada di sekitar kita. Selanjutnya, Humaniversity adalah wujud nyata Unhas untuk menguatkan dan merealisasikan tujuan kita membantu dalam misi kemanusiaan. Kami berharap, kerjasama di antara kita semua terus terjaga dan berlanjut demi mewujudkan Unhas Communiversity dan Humaniversity,” tutup Dwia.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca