somberena parlementa

Tahun Ini, Pemkot Makassar Tambah Formasi CPNS Untuk Difabel

Rabu, 13 November 2019 12:10 WITA Reporter : Makassarmetro
Tahun Ini, Pemkot Makassar Tambah Formasi CPNS Untuk Difabel

MAKASSARMETRO – Pemerintah Kota Makassar menambah kuota penerimaan CPNS untuk penyandang difabel tahun ini dibanding tahun lalu. Dari 526 formasi yang disediakan, 14 disediakan untuk difabel dan cumlaude.

Kepala Bidang Pengadaan dan Informasi BKD Kota Makassar, Abd Kadir Masri mengatakan untuk pendaftaran 2019 ini, ada 10 formasi yang disediakan bagi peserta penyandang difabel. Dibanding tahun sebelumnya yang hanya 3 formasi saja.

“Tahun ini memang lebih banyak. Itu berdasarkan kuota dua persen dari jumlah kuota yang akan diterima. Kalau tahun lalu ada tiga, tapi yang lulus cuma satu karena tidak memenuhi passing grade,” ungkap Kadir Masri.

Formasi yang disediakan antara lain, lima Guru Agama Islam Ahli Pertama, satu Guru Bimbingan Konseling Ahli Pertama, dua Guru Kelas Ahli Pertama, satu Mediator hubungan industrial ahli pertama, dan satu Penyuluh penanganan masalah sosial.

Sementara untuk jalur cumlaude, dikurangi dari tahun sebelumnya. Jika sebelumnya pemerintah kota menerima 16 formasi untuk cumlaude, tahun ini hanya empat saja.

Keempat formasi tersebut antara lain satu Guru kelas ahli pertama, satu Penata ruang ahli pertama, satu Ahli pertama pengawas penyelenggaraan urusan pemerintahan di daerah, dan satu Pranata komputer ahli pertama.

Pendaftar melalui dua jalur ini yang nantinya tidak lolos, maka akan dikembalikan ke jalur umum. Ini merupakan salah satu bentuk pengkhususan bagi pendaftar difabel dan cumlaude ini.

“Kalau ada yg tidak lolos disini, dia kembali ke formasi umum. Jadi nanti siapa di umum, diurut berdasarkan peringkat lagi. Karena sebenarnya mereka ini berada di jalur umum, tapi kita porsikan di sini,” ujar Kadir.

Para pelamar disabilitas ini harus memiliki kriteria khusus. Antara lain pelamar yang mengalami keterbatasan fisik, kelainan, kerusakan pada fungsi gerak yang diakibatkan oleh kecelakaan atau pembawaan sejak lahir (bukan disabilitas intelektual, mental, dan/atau sensorik). Tentu dengan ketentuan mampu melakukan tugas menganalisa, mengetik, menyampaikan buah pikiran, dan berdiskusi.

Sementara untuk cumlaude adalah pelamar lulusan terbaik (berpredikat cumlaude/dengan pujian) dengan IPK minimal 3,51 yang dibuktikan dengan keterangan lulus cumlaude/”dengan pujian” pada ijazah atau transkrip nilai.

Ketentuannya yaitu berasal dari Perguruan Tinggi Dalam Negeri terakreditasi A/Unggul dan Program Studi terakreditasi A/Unggul pada saat kelulusan yang dibuktikan dengan tanggal kelulusan yang tertulis pada ijazah. Atau telah memperoleh penyetaraan ijazah dan surat keterangan yang menyatakan predikat kelulusannnya setara cumlaude/”dengan pujian” dari Kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Pendidikan tinggi jika berasal dari Perguruan Tinggi Luar Negeri.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca