somberena parlementa

Pusat Studi Lingkungan Hidup Unhas Gelar Konferensi Internasional

Kamis, 28 November 2019 14:21 WITA Reporter : Makassarmetro
Pusat Studi Lingkungan Hidup Unhas Gelar Konferensi Internasional

MAKASSARMETRO – Melihat perkembangan dunia yang juga saat ini sedang menghadapi berbagai permasalahan di lingkungan hidup, menimbulkan kegerahan untuk mencari solusi demi memecahkan dan menyelesaikan permasalahan ini. Unhas yang merupakan bagian dari masyarakat turut andil dalam memberikan dan melakukan solusi demi menyelesaikan masalah lingkungan hidup.

Bertempat di hotel Four Points Makassar, Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) Universitas Hasanuddin menggelar The 1st International Conference on Environment and Sustainable Development (The 1st ICESD) pada Kamis (28/11/2019).

Kegiatan ini mengangkat tema “Environmental Quality Degradation: Turning Point to Sustainable Economics, Ecology and Equity”.

Konferensi ini menghadirkan pembicara utama, yaitu Prof. Kono Yasuyuki (Kyoto University, Jepang), Dr. Muqtada Ali Khan (Universiti of Malaysia Kelantan), dan Prof. Dr. Dadang A. Suriamihardja, M.Eng (Universitas Hasanuddin).

Ketua Panitia, Dr. Eng. Alimuddin Assegaf, M.Eng mengatakan bahwa topik yang dibicarakan dalam konferensi ini menyangkut hampir semua bidang studi yang ada di Unhas.

Tema yang diangkat ini membuat masyarakat harus memperhatikan degradasi lingkungan. Ada degradasi yang harus ditekan sebagai titik balik terhadap ekonomi berkelanjutan.

“Nantinya, kami akan merekomendasikan mengenai hal-hal yang perlu dilakukan dalam pembangunan berkelanjutan, khususnya dengan memperhatikan aspek lingkungan,” kata Alimuddin.

Prof. Dr. Ir. Muh Restu, MP selaku Wakil Rektor Bidang Akademik menyambut para keynote speaker dan seluruh peserta yang hadir di The 1st ICESD. Dalam sambutannya menyebutkan bahwa konferensi internasional ini diadakan sebagai salah satu bentuk komitmen Unhas dalam menjaga lingkungan dan pengembangan berkelanjutan, sama halnya dengan upaya yang dilakukan Unhas dalam menurunkan angka stunting di wilayah ini.

“Solusi yang akan dihasilkan dari konferensi ini harus berfokus pada memperbaiki kualitas hidup, lingkungan dengan esensi keadilan, ekonomi, dan ekologi,” tekan Restu.

Unhas yang menjadi stakeholder di masyarakat mempunyai banyak aktivitas dan program solutif untuk menyelesaikan permasalahan, utamanya di wilayah Sulawesi Selatan.

Restu mengakhiri sambutannya dengan mengucapkan terima kasih kepada panitia yang sudah bekerja keras dalam menyukseskan konferensi internasional ini. Juga kepada para pembicara yang telah hadir dan akan saling bertukar ide, pokok pikiran, bahkan solusi dengan para peserta The 1st ICESD.

Setelah memberikan sambutan, Restu lalu membuka The 1st ICESD secara resmi yang ditandai dengan pemukulan gendang.

Setelah acara pembukaan selesai, Dr. Rijal Idrus selaku moderator langsung mengambil alih kegiatan dan mengawali konferensi dengan membacakan topik-topik yang akan dibahasa oleh para keynote speaker.

Topik berita Terkait:
  1. Unhas
Berikan Komentar
Komentar Pembaca