
MAKASSARMETRO – Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Fungsional Penjenjangan Perencana Madya Ekonomi Angkatan II terselenggara berkat kerja sama Pusat Pengembangan Kebijakan Pembangunan (P2KP) Unhas dan Pusat Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan Perencana (Pusbindiklatren) Bappenas.

Kegiatan yang berlangsung sejak November lalu resmi ditutup, Jumat (6/12/2019). Penutupan berlangsung di Ruangan Teknokratik, Lt 2 Gedung P2KP Unhas, Kampus Tamalanrea Makassar.
Kegiatan secara resmi ditutup oleh Ketua P2KP Unhas, Prof. Dr. Sangkala, M.Si. Dalam sambutannya, ia mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Pusbindiklatren Bappenas untuk menyelenggarakan Diklat Perencana Madya Ekonomi.
Sangkala merasa bersyukur karena kerja sama Pusbindiklatren Bappenas dan P2KP Unhas sudah berjalan sejak lama dan selalu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.
“Unhas selalu berupaya menjadi mitra terbaik, mengupayakan amanah yang diberikan agar bisa berjalan dengan lancar sesuai harapan,” jelas Sangkala.
Di akhir sambutannya, Prof Sangkala mengingatkan kepada peserta diklat yang sudah berhasil mendapatkan gelar baru untuk menjadi pelayan masyarakat yang berintegritas, cerdas, dan inovatif.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Fungsional Pusbindiklatren Bappenas, Rita Miranda, S.Sos., MPA., melalui video konferensi menjelaskan kepada peserta tentang perubahan regulasi Kemenpan mengenai jabatan perencana.
Rita menyebutkan bahwa mekanisme jabatan madya dan utama tidak lagi dinilai berdasarkan proses yang dilalui. Ke depan, para peserta yang mengikuti Diklat akan dinilai berdasarkan output yang dihasilkan selama mengikuti kegiatan.
“Terima kasih kepada Unhas, khususnya P2KP yang sudah lama menjadi mitra terbaik Bappenas. Kami tentu berharap, kerjasama ini akan terus berlanjut untuk menghasilkan SDM unggul,” jelas Rita.
Dr. Agus Salim, SE., M.Si., sebagai Master of Training (MOT) Pelatihan Perencana Madya Ekonomi dalam laporannya menjelaskan bahwa peserta diklat yang berjumlah 16 orang dari berbagai Kabupaten dan Kota di Indonesia telah melalui rangkaian proses diklat yang berfokus pada beberapa aspek penting.
Materi-materi yang diberikan selama Diklat berkaitan dengan kompetensi yang berfokus pada bidang ekonomi, sosial, spasial, dan teknik perencanaan, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan laboratorium yang diisi dengan teknik penyusunan dokumen rencana induk pengembangan industri.
Dr Agus menjelaskan, kegiatan peserta diklat diakhiri dengan praktek lapang di Kabupaten Wajo untuk mengamati dan menganalisi prospek pengembangan sutra di kabupaten tersebut.
Diklat Fungsional Penjenjangan Perencana Madya Ekonomi Angkatan II berlangsung kurang lebih tiga minggu di P2KP Unhas. Seluruh peserta yang mengikuti Diklat dinyatakan lulus dan kemudian bisa kembali ke daerah asal untuk melanjutkan aktivitasnya kembali.
Acara penutupan yang secara simbolis ditandai dengan memberikan buku kenangan dan pelepasan nametag peserta berlangsung hingga pukul 12.00 Wita.
Wali Kota Makassar Terima Penghargaan Paritrana Award, Bukti Komitmen Lindungi Pekerja Rentan
Sabtu, 09 Mei 2026 00:04
“Dari Literasi ke Aksi”, Pemkot Makassar Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Akses Keuangan Nyata
Kamis, 07 Mei 2026 20:44
SPMB Makassar 2026 Resmi Dibuka, Disdik Siapkan Sistem Transparan dan Anti Manipulasi
Kamis, 07 Mei 2026 20:40
Bukti Kerja Kolaboratif, Makassar Masuk Elite Kota Toleran Indonesia
Rabu, 06 Mei 2026 21:16
Pemkot Makassar Susun Roadmap Terintegrasi Penanganan ODGJ Berbasis Kolaborasi
Rabu, 06 Mei 2026 21:02
Munafri dan Mensos Sepakat Perkuat Program Sosial Terpadu untuk Kesejahteraan Warga
Selasa, 05 Mei 2026 15:58
Tanpa Penertiban, Warga Tamalanrea Bongkar Mandiri 6 Lapak di Atas Drainase
Selasa, 05 Mei 2026 15:55
SPMB 2026 Resmi Diluncurkan, Pendaftaran SD dan SMP di Makassar Kini Bisa Melalui Aplikasi LONTARA+
Sabtu, 02 Mei 2026 22:35