Akses ke Kepulauan Spermonde Dibatasi

Senin, 30 Maret 2020 21:05 WITA Reporter : Makassarmetro
Akses ke Kepulauan Spermonde Dibatasi

MAKASSARMETRO– Pemerintah Kota Makassar menerapkan aturan ketat untuk akses masuk dan keluar dari seluruh pulau kecil yang ada di Wilayah Kota Makassar. Hal ini dilakukan untuk mengurangi mobilitas orang, menciptakan physical distancing diseluruh wilayah Kota Makassar.

Pj Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb melaporkan hal ini saat berlangsung Virtual Meeting dengan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, di ruang kerjanya, Senin (30/3/2020).

Pernyataan Iqbal ini dikuatkan dengan Surat Edaran yang di keluarkan tertanggal 27 Maret 2020 mengenai antisipasi dan pencegahan penyebaran Covid-19 dikepulauan dalam wilayah Kota Makassar.

“Kami laporkan ke Pak Gubernur terkait perkembangan sejumlah upaya menahan laju penyebaran Virus Covid-19 di Makassar. Salah satunya terkait pengurangan mobilitas orang ke pulau, baik yang akan masuk, maupun yang akan keluar. Kita berlakukan pembatasan yang ketat, kecuali untuk distribusi logistik” ujar Iqbal.

Surat Edaran dengan nomor surat 443.01/123/S.Edar/Dishub/III/2020 menerangkan bahwa untuk sementara waktu sampai batas yang ditentukan, agar masyarakat tidak keluar masuk dari dan kepulau dalam wilayah kota Makassar.

“Kita menyediakan alat Thermal Gun untuk mendeteksi dan memantau suhu tubuh masyarakat yang keluar masuk pulau serta melakukan pembatasan dan penjadwalan akses keluar masuk angkutan kapal tradisional yang melayani penumpang dari dan ke pulau-pulau. Selain itu juga memberlakukan pengaturan angkutan distribusi barang logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di pulau” jelas Iqbal.

Sepeti diketahui, Makassar memiki 12 pulau kecil 10 di antaranya berpenghuni yaitu, Lae lae, Samalona, Kodingareng Lompo, Barrang Lompo, Barrang Caddi, Bonetambung, Lumu Lumu, Langkai dan Lanjukang, pulau-pulau tersebut bagian dari Kepulauan Spermonde.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca