Ventilator, Alkes yang Diminta Jokowi dari Donald Trump

Sabtu, 25 April 2020 20:27 WITA Reporter : Rul
Ventilator, Alkes yang Diminta Jokowi dari Donald Trump

MAKASSARMETRO — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyebut Presiden Jokowi memeinta bantuan ventilator dalam cuitannya di akun pribadinya @realdonaldtrump. Dia menulis siap membantu Indonesia sebagai seorang kawan.

Di masa pandemi virus corona ini, ventilator menjadi alat kesehatan yang sangat dibutuhkan untuk menangani pasien. Salah satu gejala terinfeksi virus corona yakni sesak nafas, sehingga butuh bantuan alat ini.

Ventilator merupakan alat yang dapat mendeteksi kapan pasien ingin bernapas dan membantu prosesnya, memastikan tekanan udara juga campuran oksigen yang tepat. Fungsi lainnya meminimalisir efek samping pada jaringan paru-paru yang rapuh.

Informasi yang didapatka Makassarmetro, melalui laman website Quartz. Ventilator versi awal hanya mendorong udara ke paru-paru dengan ritme yang konstan. Sementara versi modernnya memiliki dua mode dasar, tipe yang menghadirkan preset volume oksigen dan tipe yang memberikan peset tingkat tekanan.

Ventilator mengontrol tekanan akhir ekspirasi positif (positive end-expiratory pressure / PEEP), tekanan udara residu yang mencegah paru-paru agar tidak kolaps, ukuran metrik yang bervariasi pada kondisi pesien. Alat mampu diatur untuk mendeteksi seorang pasien kapan ingin bernapas, ketimbang mengendalikan sepenuhnya pernapasan pasien.

“Cara kerja ventilator itu sederhana, mendorong udara ke dalam paru-paru. Pada kasus Covid-19 menyebabkan adanya cairan terbentuk di paru-paru, sehingga mengurangi luas permukaan yang dapat menyerap oksigen,” dilansir melalui laman Quartz, Sabtu (25/04/2020).

Sementara cara penggunaanyan, pasien harus diintubasi terlebih dahulu, yaitu sebuah tindakan medis berupa memasukkan tabung endotrakeal melalui mulut atau hidung guna menghubungkan udara luar terhadap paru-paru.

Tabung ini akan lembut mendorong epiglotis, lipatan jaringan yang berada di atas laring. Balon kecil di tabung mengembang, membuat celah antara paru-paru dan tabung menjadi tertutup. Setelah semuanya aman dan berada di lokasi yang tepat, ujung tabung lainnya dipasang di ventilator untuk membantu pasien bernapas.

“Kendati memakai ventilator bisa menyelamatkan hidup seseorang, itu tidak menjamin kelangsungan hidup mereka. Seiring waktu, udara beroksigen tinggi yang diberikannya dapat mulai merusak paru-paru dan organ lain, seperti jantung,” dalam keterangan tertulis itu.

Selain itu, tabungnya sendiri dapat menyebabkan infeksi baru. Pasien yang mengalaminya (terutama yang menggunakan ventilator selama berminggu-minggu) ancman lain yang dihadapi kerusakan jangka panjang pada paru-paru, ginjal, jantung, atau hati. Sedang efek psikologis termasuk kehilangan ingatan, kebingungan, dan gangguan stres pasca-trauma.

Olehnya diperlukan terapi fisik membangun kembali otot dan saraf yang berhenti berkembang atau rusak karena obat penenang.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca