Dokter RSIA Ananda Pastikan Bayi Ervina Sudah Meninggal 2 Hari

Rabu, 17 Juni 2020 16:13 WITA Reporter : Makassarmetro
Dokter RSIA Ananda Pastikan Bayi Ervina Sudah Meninggal 2 Hari

MAKASSARMETRO – Tim dokter Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Ananda memastikan Bayi Ervina Yana telah meninggal sejak dua hari lalu, setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim dokter obgyn rumah sakit tersebut, kemarin.

Penegasan ini disampaikan Manajemen RSIA Ananda, pasca viralnya berita terkait adanya dugaan sejumlah rumah sakit menolak untuk menangani Ervina bersama bayinya.

Menurut Direktur SDM dan Pelayanan
RSIA Ananda, Dr. Nasriyadi Nasir, komitmen manajemen untuk senantiasa memberikan pelayanan ke semua pasien menjadi hal penting, makanya ketika pada Selasa (16/6), pukul 14.00 wita pasien masuk ke poliklinik obgin untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan langsung ditangani.

Hasilnya, kata dia, saat dilakukan pemeriksaan ditemukan adanya keluhan gerakan bayi tidak terasa sejak 1-2 hari yang lalu.

“Dari hasil pemeriksaan dan USG oleh dokter ditemukan denyut jantung janin tidak ada dan tanda-tanda Kematian Janin dalam Rahim (KJDR) lebih dari 1 hari. Olehnya dari dokter obgin kemudian diberi pengantar masuk rawat inap ke UGD dengan diagnosis G3P1A1 gravid aterm + KJDR+ Post SC +letak lintang,”ujarnya, saat dihubungi via whatsapp, Rabu (17/6/2020).

Kata dia, rencana tindakan operasi caesar (SC) elektif akan dilaksanakan pagi tadi,tepatnya pukul 08.30 wita . Hal ini karena sesuai pemerksaan kondisi pasien stabil.

Kemudian, jelas Dr. Nasriyadi Nasir, pada pukul 16.15 wita pasien masuk ke UGD dengan pengantar rawat inap untuk dipersiapkan operasi besok pagi (pagi tadi) yang merujuk pada protokol yang dikeluarkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Dalam Petunjuk Praktis Layanan Kesehatan Ibu dan Bayi baru lahir selama pandemi Covid-19 No: B-4 (05 April 2020) disebutkan, jika semua ibu hamil yang akan melahirkan wajib dilakukan Pemeriksaan Rapid Test.

“Nah, setelah pemeriksaan rapid test dilakukan ditemukan hasil positif. Dan dari anamnesis lanjutan barulah ditemukan bahwa pasien ini sudah rapid test dirumah sakit lain sebelumnya dengan hasil positif. Jadi pasien sebelumnya tidak jujur menyampaikan bahwa sudah rapid test dengan hasil positif,” tuturnya.

Makanya, papar Dr. Nasriyadi Nasir, sesuai protokol covid, maka pasien dilayani dan observasi sambil disiapkan rujukan ke RS Pusat Rujukan Covid dan dilakukan pemeriksaan SWAB.

“Pasien sudah kami rujuk ke RS Wahidin, karena masuk dalam pasien covid. Untuk itu, kami memastikan apa yang telah dilakukan protokol kesehatan menghadapi ibu hamil, sudah sesuai aturan dan tidak ada yang dilanggar,”pungkasnya

Berikan Komentar
Komentar Pembaca