MAKASSARMETRO, MAKASSAR – Fraksi Amanat Persatuan Indonesia (API) DPRD Kota Makassar menyampaikan keprihatinannya terhadap rendahnya capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan serapan belanja modal Pemerintah Kota Makassar.

Anggota Fraksi API, Sangkala Saddiko mengatakamln, dari target PAD sebesar Rp1,73 triliun lebih, realisasi dari beberapa sektor masih jauh dari harapan. Salah satunya adalah sektor retribusi daerah yang baru terealisasi sebesar Rp55,57 miliar lebih, atau hanya 57,48% dari target Rp96,69 miliar lebih.

Tak hanya itu, capaian dari Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan hanya menyentuh 30,17%, dan sektor lain-lain PAD yang sah hanya mencapai 43,65%.
“Melihat capaian sumber penerimaan dari sektor-sektor tersebut, maka Fraksi kami patut mempertanyakan faktor penyebab atau kendala rasional atas kegagalan mencapai target-taget yang telah ditetapkan sebelumnya,” ujarnya, Selasa (1/7/2025).
“Menurut hemat kami, dalam penyusunan target atas setiap sumber pendapatan tersebut didasarkan pada data potensi masing-masing sektor ? Dengan tidak tercapainya target tersebut, maka Fraksi Amanat Persatuan Indonesia meminta penjelasan atas kondisi tersebut,” jelasnya.
Lebih lanjut, Fraksi API juga menyoroti minimnya realisasi belanja modal yang hanya mencapai 54,10% atau sekitar Rp739,21 miliar dari target Rp1,36 triliun lebih.
Padahal, belanja modal tersebut mencakup pembangunan infrastruktur dasar yang sangat dibutuhkan masyarakat, seperti jalan, drainase, fasilitas pendidikan, kesehatan, dan pengelolaan sampah.
“Atas sejumlah catatan tersebut diatas, maka kami meminta untuk diadakan evaluasi secara komprehenshif atas Sejumlah output dari kegiatan yang telah dilaksanakan yang tidak menghasilkan outcome yang baik,” ujarnya.
Ia pun menegaskan pentingnya penyusunan perencanaan ke depan yang benar-benar berdasarkan kebutuhan utama masyarakat, bukan semata-mata keinginan birokrasi. Menurutnya, APBD semestinya disusun dan dievaluasi berdasarkan lima indikator utama: input, output, outcome, benefit, dan impact.
Dengan demikian, tidak ada lagi drainase sebagai output kegiatan menjadi mubassir karna tidak berfungsi sebagaimana mestinya dan bahkan hanya menjadi tempat tergenangnya air yang justru akan memberi dampak negatif pada masyarakat sekitar,” ujarnya.
Fraksi API juga menyoroti persoalan ketidakakuratan data masyarakat miskin. Akibatnya, banyak warga yang seharusnya berhak atas bantuan sosial dan layanan kesehatan, justru tidak mendapatkannya.
“Hal lain yang harus menjadi perhatian utama adalah terkait validasi data terhadap masyarakat kurang mampu yang seharusnya mempunyai hak atas berbagai bantuan sosial dan pelayanan kesehatan, namun karena tidak validnya data yang ada, mereka tidak mendapatkannya,” tutupnya. (*)
Tampil di Forum Dunia, Appi Gaungkan Pendidikan Disiplin Lalu Lintas Sejak Sekolah
Selasa, 13 Oktober 2026 10:12
Pemkot Makassar Perkuat Akurasi DTSEN, Pastikan Program Sosial Tepat Sasaran.
Selasa, 13 Oktober 2026 10:09
Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Hadiri SPIDI Islamic Edu Fest 2026
Minggu, 11 Oktober 2026 15:26
Munafri Minta Dukungan Pusat Perkuat Industri, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Makassar
Jumat, 09 Oktober 2026 21:33
Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ranking Timnas Indonesia Meroket
Selasa, 06 Oktober 2026 22:58
MK Tak Terima Gugatan Syarat Pendidikan Wapres Gibran
Selasa, 06 Oktober 2026 22:52