Disbud Makassar Jadikan Museum Ruang Aktivitas bagi Semua

Minggu, 26 Oktober 2025 22:32 WITA Reporter : Makassarmetro
Disbud Makassar Jadikan Museum Ruang Aktivitas bagi Semua

MAKASSARMETRO, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, terus berkomitmen menjadikan Makassar sebagai kota inklusif — kota di mana semua orang merasa nyaman untuk tinggal dan beraktivitas.

Mendukung visi dan misi pasangan Munafri Arifuddin–Aliyah Mustika (Mulia) tersebut, Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Makassar menghadirkan berbagai inovasi, salah satunya dengan menghidupkan kembali aktivitas di Museum Kota Makassar.

Museum yang sebelumnya jarang dikunjungi karena hanya berfungsi sebagai tempat melihat benda-benda bersejarah, kini diubah menjadi ruang interaksi dan aktivitas bagi berbagai komunitas.

Kepala Disbud Makassar, Andi Patiware, mengatakan pihaknya telah membuat sejumlah kebijakan untuk menghidupkan suasana museum agar lebih menarik bagi masyarakat.

“Dulu museum hanya buka pagi hingga sore. Sekarang, melalui program Museum at The Night, museum dibuka hingga malam hari. Meski belum setiap hari, kegiatan ini rutin digelar pada hari-hari tertentu, terutama akhir pekan,” ujar Andi Patiware, Minggu (26/10/2025).

Ware sapaan akrabnya menambahkan, banyak kegiatan telah dan akan dilaksanakan di Museum Kota. Program ini juga memberikan kesempatan bagi pelajar untuk mengenal sejarah dan budaya Kota Makassar pada masa VOC.

“Kami juga memiliki program belajar musik tradisional untuk mengedukasi generasi muda mengenai alat musik keso-keso yang kini mulai langka,” tambahnya.

Selain itu, mantan Camat Ujung Pandang ini menggagas program “Anjas ri Museum”, yaitu kegiatan antar-jemput pelajar untuk berkunjung ke museum.

“Kami akan jemput bola. Disbud akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan terkait program ini. Museum Anjas ri adalah program menyambut anak sekolah untuk mempelajari sejarah dan budaya di Museum Kota,” jelasnya.

Ia menegaskan, pihak sekolah dapat berkoordinasi langsung dengan Disbud Makassar untuk mengatur jadwal kunjungan.

“Pihak sekolah tinggal berkoordinasi dengan kami untuk menentukan jadwal kunjungan Museum Anjas ri,” tutupnya. (*)

Topik berita Terkait:
  1. Dinas Kebudayaan Makassar
Berikan Komentar
Komentar Pembaca