Disbud Makassar Pelajari Pengelolaan Kawasan Kota Lama Semarang

Selasa, 28 Oktober 2025 21:35 WITA Reporter : Makassarmetro
Disbud Makassar Pelajari Pengelolaan Kawasan Kota Lama Semarang

MAKASSARMETRO, MAKASSAR – Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Makassar melaksanakan kegiatan studi tiru ke Kota Semarang untuk mempelajari pengelolaan kawasan bersejarah, khususnya Kawasan Kota Lama, yang dikenal sebagai salah satu contoh sukses revitalisasi kota pusaka di Indonesia, Semarang, Selasa, 28 Oktober 2025.

Rombongan dipimpin oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Andi Patiware, S.STP., MM, didampingi Kepala Bidang Cagar Budaya, Hj. Haryanti Ramli, serta Tim Adhoc, Ir. M.Sudjar Adityadjaja, IAI. Turut serta pula Sekretaris Dinas Perhubungan, Andi Tenri Lengka B. Djemma, SH, M.Si., perwakilan dari Dinas Tata Ruang Kota Makassar, serta staf Bidang Cagar Budaya, sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pelestarian kawasan bersejarah.

Rombongan diterima langsung oleh Ketua Badan Pengelola Situs Kota Lama Semarang, Dr. Bunyamin, M.Pd., bersama Sekretaris, Nik Sutiyani, ST, MT, di Gedung Oudetrap Semarang.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Andi Patiware, mengatakan bahwa kunjungan ini menjadi referensi penting dalam memperkuat arah pelestarian kawasan bersejarah di Makassar.“Kami melihat pengelolaan kawasan yang terintegrasi dengan kegiatan ekonomi kreatif seperti di Kota Lama Semarang sangat relevan untuk diterapkan di Makassar,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Cagar Budaya, Hj. Haryanti Ramli, menuturkan bahwa kunjungan ini memberikan banyak pembelajaran berharga, terutama terkait penguatan kelembagaan dan kolaborasi lintas sektor.
“Semarang menunjukkan bahwa konservasi dapat berjalan seiring dengan aktivitas ekonomi dan pariwisata. Ini menjadi inspirasi bagi kami dalam menata kawasan bersejarah di Makassar,” ungkapnya.

Kegiatan studi tiru ini diharapkan menjadi langkah awal dalam penyusunan model pengelolaan kawasan kota lama yang lebih terarah, kolaboratif, dan berkelanjutan di Kota Makassar. (*)

Topik berita Terkait:
  1. Dinas Kebudayaan Makassar
Berikan Komentar
Komentar Pembaca