Pengamat : Masyarakat Makassar Rugi Tidak Pilih Danny Yang Kinerjanya Terbukti

Senin, 19 Maret 2018 14:31 WITA Reporter :
Pengamat : Masyarakat Makassar Rugi Tidak Pilih Danny Yang Kinerjanya Terbukti

MAKASSARMETRO– Masyarakat Kota Makassar keliru jika tidak memilih calon Walikota petahana, Moh. Ramdhan Pomanto jika kinerjanya selama menjabat dinilai memuaskan.

Hal tersebut disampaikan pengamat politik, Jayadi Nas saat menjadi pembicara dalam Diskusi Bedah Pilkada Makassar yang digelar di Warkop Dottoro, jln. Boulevard. Senin (19/3/2018).

“Dalam pilkada yang ada calon petahana tentu masyarakat menilai kinerjanya. Ini sangat sederhana, kalau kinerja gagal keliru kalau dipilih lagi, kalau berhasil keliru kalau tidak dipilih,” ungkap Jayadi Nas yang juga mantan Ketua KPU Sulsel.

Diketahui sehari sebelumnya, Celebes Research Center (CRC) merilis tingkat elektabilitas pasangan calon Moh. Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari sebesar 71,3 persen dengan alasan kepuasan terhadap kinerja sebesar 71,0 persen dari 40,7 persen basis alasan memilih.

“Ini bergantung pertarungannya ini, bagaimana Danny Pomanto sebagai petahana mampu mempertahankan 71,3 persen ini. Sebaliknya, apa langkah Appi-Cicu untuk menggembosi bahwa tidak seperti itu atau keliru data yang menurut saya bombastis ini,” katanya.

Sementara itu, Direktur Nurani Stategic, Nurmal Idrus menyampaikan bahwa untuk konteks wilayah Makassar, menaikkan 3 atau 4 persen itu sulit. Ini menjadi tantangan bagi rival petahana.

Selain Danny Pomanto terlanjur populer, Nurmal Idrus menambahkan bahwa sang incumben telah menawarkan sejak lama dan mampu menjangkau semua segmen pemilih.

“Programnya banyak menyasar semua segmen, termasuk pemilih pemula. Serta mampu menggerakkan tokoh masyarakat, RT dan RW sebagai perangkat birokrasi yang terdekat dengan masyarakat,” katanya.

Meski demikian, agar pihak Danny-Indira (DIami) tidak merasa di atas angin dengan angka hasil survei. Justru harus dimanfaatkan untuk memperkuat mobilitas untuk mempertahankan.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca