MAKASSARMETRO– Pikiran apa yang telah merasuki Nardi (38), sehingga dengan tega menusuk tubuh istri dan balitanya berkali-kali hingga meregang nyawa.

Padahal mereka dikenal sebagai keluarga yang cukup harmonis bahkan Nardi sebelum melakukan perbuatan keji itu sempat bercengkerama dan salat isya berjamaah bersama istrinya.

Usai menusuk istri dan balitanya, pelaku yang tinggal di Dusun Sumber Manggis, Desa Sumber Urip, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar, sempat menggigit dagu ayah mertuanya, saat pelaku akan diciduk.
Supriyadi, sang mertua pelaku tidak pernah membayangkan kejadian memilukan itu dialami keluarganya. Pria sepuh ini sangat kaget saat mengetahui kondisi anak perempuan dan cucunya bermandikan darah sambil berteriak minta tolong.
Kejadian itu begitu cepat. Ketika Nardian pertama kali menusuk dada istrinya, perempuan yang sedang menggendong anak balitanya itu kemudian sempat berlari.
Dia berusaha menutup pintu rumah agar Nardi tidak bisa mengejarnya. Namun rupanya kekuatan Sri Dewi menahan pintu tak sebanding dengan kekuatan suaminya yang sedang kalap.
“Saya tahunya, begitu pintu dibanting keras, Nardi terus menusuki anak sama cucu saya,” ujar Supriyadi mengawali cerita dengan bahasa Jawa kepada dikutip dari detiknews, Minggu (17/2/2019).
Anggota keluarga langsung menolong korban. Ada beberapa dari mereka memegang tubuh pelaku yang berontak dan meneruskan menusuk tubuh istri dan anaknya.
Ibu mertua Nardi, Supiyem langsung menggendong tubuh cucunya. Sedangkan keluarga yang lain berusaha menenangkan Nardi.
Bukannya tenang, Nardi makin kalap. Melihat istri dan anak balitanya dalam kondisi berdarah, Nardian lalu melucuti semua bajunya dan lari keluar rumah.
“Maksud saya mengejar, wong telanjang lari keluar rumah. Saya kejar terus kami berdua terjatuh di undakan teras. Kami bergulung tetap saya pegangi. Tapi begitu dia gigit dagu saya, langsung saya lepas,” beber Supriyadi sambil memegangi dagu kirinya yang terluka.
Lepas dari pegangan ayah mertuanya, Nardi langsung berdiri di tengah jalan. Lelaki itu lalu sempat mengumandangkan adzan, sebelum lari kencang menuju rumah ibu kandungnya, radius 7 km dari tempat kejadian.
Sementara itu pihak sepupu korban, Sri Dewi Pasiati (33) mengungkapkan kesaksian bahwa beberapa hari ini si pelaku (Nardi) sering kesurupan tiap jelang maghrib.
“Akhir-akhir ini pelaku sering mengamuk seperti kesurupan tiap menjelang magrib. Keluarga sudah mencarikan obat ke orang pintar,” kata Sri Dewi Pasiati.
Hingga saat ini pelaku pelaku telah diamankan diamankan di Kepolisian Resort (Polres) Blitar berdasarkan informasi dari Kasubag Humas Polres Blitar, Iptu M Burhanuddin.
“Pelaku sudah kami amankan, sekarang kami masih mendalami motif kasus itu,” kata Kasubag Humas Polres Blitar, Iptu M Burhanudin.
Pemkot Makassar Peduli Sesama Atasi Kekeringan, 1.096 Rit Air Bersih Disalurkan ke Pemukiman Warga
Sabtu, 26 September 2026 08:26
Bupati Gowa Husniah Talenrang Jadi Tersangka Kasus Gratifikasi PBG
Jumat, 25 September 2026 15:41
Transformasi Layanan Digital Pemkot Makassar Berbuah Predikat Kota TP2DD Terbaik
Kamis, 24 September 2026 19:03
Wali Kota Tantang Lulusan Teknik Elektro, Tak Sekadar Cari Kerja, tapi Ciptakan Lapangan Kerja
Rabu, 23 September 2026 12:05
Kemarau Panjang, PDAM Makassar Bergerak Salurkan 4,56 Juta Liter Air Bersih untuk Masyarakat
Selasa, 22 September 2026 21:36
Tak Mau Kebijakan Berbasis Asumsi, Appi Akan Perkuat ASN Makassar dengan Keahlian Statistik
Senin, 21 September 2026 22:03
Munafri Bangun Ekosistem Ekonomi Sirkular melalui Sekolah dan Bank Sampah
Senin, 21 September 2026 22:00
Wali Kota Munafri Dorong Muslimat NU Jadi Penggerak Gerakan Pilah Sampah di Makassar
Minggu, 20 September 2026 20:43