
MAKASSARMETRO– Oknum guru di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) Tanete, Kabupaten Bulukumba, berinisial A (40) diduga Melakukan pelecahan seksual kepada siswanya berinisial D (15).

Pihak keluarga korban yang kesal dan tidak menerima perlakuan pelaku, langsung melaporkan kejadian ini ke Markas Polisi Resort (Mapolres) Bulukumba.
Berdasarkan keterangan korban di Mapolres Bulukumba seusai diperiksa, ia mengatakan jika pelaku melakukan perlakuan tak senonoh kepadanya.
“Dia cium saya, terus semua alat vital saya dipegang, saya lalu tidak terima dan pak guru tetap paksa saya untuk diam ditempat,” kata korban.
Kejadian itu menurut penjelasan korban terjadi di ruangan perpustakaan sekolah, dirinya juga menjelaskan kejadian terjadi sekitar pukul 11 malam sampai jam 5 dini hari.
.
“Waktu itu saya dirumah teman saya, tiba-tiba jam 11 Pak A menjemput dan membawah ke sekolah. Saya tidak bisa menolak karna takut dan pernah Pak A membelikan Hp ,baju serta sering kasih uang,” kenangnya.
“Sesampai di sekolah pak A mengajak masuk di ruangan perpustakaan yang ada kamarnya. Saat di dalam Pak A mulai nakal, mencium dan merabah tubuhku,” lanjutnya.
Meski korban sempat menolak tapi si pelaku kemudian mengancam dengan pisau sehingga korban takut dan enggan melawan.
“Saya sempat melawan tapi pak guru ambip pisau lalu ancam saya, Jadi semalaman nginap di perpustakaan bersama, jam 5 dini hari baru saya pulang,” ungkapnya sambil menangis.
Namun pihak keluarga korban tidak langsung percaya begitu saja dengan pengakuan korban. Sebab menurut keluarga bisa saja terjadi perlakuan lebih dari yang disampaikan korban.
“Mereka semalaman bersama dalam satu ruangan, mereka mungkin melakukan hubungan intim,” jelas salah satu keluarga korban.
Pihak keluarga membawah korban kerumah sakit untuk melakukan visum, karena mereka menganggap korban tidak terbuka dan dianggap takut jujur.
Dikutip dari Inikata.com, KBO Reskrim Polres Bulukumba, Iptu Muh. Sabri yang di mintai keterangan, mengatakan telah menerima laporan pihak keluarga soal pelecehan seksual anak di bawah umur yang merupakan siswa dari terlapor.
“Pihak kami baru melakukan pemeriksaan kepada korban, pelaku dan saksi. Jadi untuk kejelasan kasusnya insya Allah besok,” pungkasnya, Jumat (1/3/2019).
Pemkot Makassar Peduli Sesama Atasi Kekeringan, 1.096 Rit Air Bersih Disalurkan ke Pemukiman Warga
Sabtu, 26 September 2026 08:26
Bupati Gowa Husniah Talenrang Jadi Tersangka Kasus Gratifikasi PBG
Jumat, 25 September 2026 15:41
Transformasi Layanan Digital Pemkot Makassar Berbuah Predikat Kota TP2DD Terbaik
Kamis, 24 September 2026 19:03
Wali Kota Tantang Lulusan Teknik Elektro, Tak Sekadar Cari Kerja, tapi Ciptakan Lapangan Kerja
Rabu, 23 September 2026 12:05
Kemarau Panjang, PDAM Makassar Bergerak Salurkan 4,56 Juta Liter Air Bersih untuk Masyarakat
Selasa, 22 September 2026 21:36
Tak Mau Kebijakan Berbasis Asumsi, Appi Akan Perkuat ASN Makassar dengan Keahlian Statistik
Senin, 21 September 2026 22:03
Munafri Bangun Ekosistem Ekonomi Sirkular melalui Sekolah dan Bank Sampah
Senin, 21 September 2026 22:00
Wali Kota Munafri Dorong Muslimat NU Jadi Penggerak Gerakan Pilah Sampah di Makassar
Minggu, 20 September 2026 20:43