somberena parlementa

Rasa Penasaran Hasil Pemilu 2019 Dapat Memicu Stres, Berikut Jenis Gejalanya !

Jumat, 19 April 2019 13:19 WITA Reporter : Anki
Rasa Penasaran Hasil Pemilu 2019 Dapat Memicu Stres, Berikut Jenis Gejalanya !

MAKASSARMETRO– Masa pemilu 2019 mulai masuk tahap akhir di mana Komisi Pemilihan Umum (KPU) kini tinggal menghitung suara yang masuk dan mengumumkan perolehan tiap partisipan.

Terkait hal tersebut salah seorang psikolog forensik, Reza Indragiri Amriel mengingatkan agar masyarakat berhati-hati terhadap fenomena post-election stress disorder (PESD) atau gangguan stres pasca pemilu.

Menurut Reza masa menunggu hasil Pemilu ini bisa memicu PESD ketika banyak berita politik di media sosial yang mampu meningkatkan adrenalin rasa penasaran seseorang.

Hasil survei quick count atau exit poll sebagai contoh dapat memberi tekanan pada orang-orang dengan memicu perdebatan di antara pendukung.

“Saya pribadi, misalnya, walau bukan politisi, merasa betapa tenaga tergerus oleh benturan narasi yang deras berseliweran. Sisi kiri kepala, mulai dari belakang lubang mata hingga tengkuk, juga sudah sakit nyut-nyutan. Nyeri,” kata Reza dalam sebuah acara Variety show di salah satu stasiun TV swasta (19/4/2019).

Menurut Reza PESD bisa muncul ditandai oleh gejala perasaan masa depan yang tidak menentu seperti pupus rasa aman, enggan bersosialisasi, hingga rasa ketidakberdayaan.

Bila sudah demikian artinya seseorang membutuhkan bantuan tenaga profesional agar gejala tidak makin parah dan dapat mengakibatkan stres berat pada seseorang bahkan hingga menganggu kejiwaan.

Istilah PESD sendiri mulai muncul ketika angka kecemasan di beberapa negara diperhatikan mengalami peningkatan usai pemilu.

“Benar sudah ungkapan, Pesta (demokrasi) memang memunculkan suka cita. Tapi penat luar biasa sesudahnya,” pungkas Reza.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca