
MAKASSARMETRO– Industri kue rumah tangga tentu menjadi incaran semua orang di bulan Ramadan. Selain sebagai penganan berbuka puasa, kue tradisional juga kerap disajikan di akhir usai Hari Raya Idulfitri.

Salah satunya yang paling dicari ialah industri rumah tangga kue otere-otere atau biasa disebut sebagai kue tali-tali asal Makassar.
Kue otere-otere yang legendaris berlokasi di Jl. Masjid Jabal Nur, Kelurahan Maccini Parang, Kecamatan Makassar, Sulawesi Selatan ini banyak diburu, lantaran rasanya yang enak dan cocok untuk menyambut tamu usai lebaran.
M Yusuf (55) merintis usahanya kuenya sejak 1980-an. Dari usahanya tersebut, dia mampu menghidupi keluarga hingga menyekolakan anak-anaknya ke jenjang SMA hingga perguruan tinggi di Makassar.
Dibantu istrinya, Elsa (50), dengan mempekerjakan 10 karyawan, Yusuf mampu mengolah 150 kilogram tepung terigu untuk dijadikan sebagai kue otere-otere selama Ramadan. Padahal sebelumnya hanya membuat 80 hingga 100 kilogram tepung terigu untuk dijadikan sebagai kue kering otere-otere.
“Ya selama Ramadan karena banyak permintaan makanya bikinya juga banyak. Kalau hari biasa palingan 80 kilo saja sekarang ya sampa 150 kilogram tepung terigu,” kata Yusuf Toro, ditemui di rumahnya, di Jalan Masjid Jabal Nur, Kelurahan Maccini Parang, Makassar, Selasa (28/5/2019).
Yusuf menjelaskan, untuk dalam sehari selama Ramadan mampu meraih omzet Rp 4 juta hingga Rp 5 juta meski sebelumnya di hari biasa hanya Rp 3 juta, lantaran banyaknya permintaan saat mendekati lebaran.
Kue Otere-otere khas Makassar ini dihargai Rp 40 ribu untuk per 1 kilogramnya sementara untuk kemasan bal dengan isi 50 bungkus Rp 20 ribu per balnya.
“Kalau ini cukup terjangkau semua lapisan masyarakat juga bisa menikmati kue ini,” terangnya.
Sementara itu, salah seorang pembeli, Yuda mengatakan kue ini diminati karena rasanya yang manis dan renyah. Harganya terjangkau membuat warga tertarik membelinya. Warga Jalan Ablam ini berharap kue kering ini bisa menjadi kue favorit warga Sulawesi Selatan.
“Kuenya renyah, manis juga makanya datang untuk membeli buat lebaran bersama keluarga,” kata Yuda.
Selama ramadhan, Industri kue kering milik M Yusuf banjir pesanan, tak ayal saat ini ia menjual dalam bentuk kemasan besar sesuai permintaan para pelangganya. Kue kering Otere-otere ini telah dipasarkan di semua daerah di Sulawesi Selatan. Mulai Makassar hingga Tanah Toraja.
Munafri Minta Dukungan Pusat Perkuat Industri, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Makassar
Jumat, 09 Oktober 2026 21:33
Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ranking Timnas Indonesia Meroket
Selasa, 06 Oktober 2026 22:58
MK Tak Terima Gugatan Syarat Pendidikan Wapres Gibran
Selasa, 06 Oktober 2026 22:52
Appi Lepas Kontingen Makassar ke Porprov Sulsel 2026, Target Pertahankan Gelar Juara
Sabtu, 03 Oktober 2026 20:00
Fasilitas Kesehatan Lengkap, Kota Makassar Dipilih Jadi Pilot Project Reformasi JKN Nasional
Jumat, 02 Oktober 2026 19:08
Kanal Panampu Al-Markaz Bakal Ditata Jadi Wisata Baru, UMKM Ikut Dilibatkan
Rabu, 30 September 2026 14:02