somberena parlementa

“Grab For Good”, Misi Grab untuk Kebaikan di Asia Tenggara

Rabu, 25 September 2019 09:56 WITA Reporter : Makassarmetro
“Grab For Good”,  Misi Grab untuk Kebaikan di Asia Tenggara

JAKARTA – Grab mengumumkan program kontribusi sosial miliknya bernama ‘Grab for Good’. Program ini bertujuan untuk meningkatkan inklusi dan literasi digital kepada 3 juta masyarakat Asia Tenggara pada tahun 2025 melalui kemitraan pemerintah, perusahaan swasta dan organisasi nirlaba.

Dengan kapasitas teknologi, platform dan kemitraan ini Grab ingin memastikan setiap orang, terlepas dari latar belakang atau kemampuan, dapat menikmati manfaat dari pertumbuhan ekonomi digital.

“Asia Tenggara siap menjadi ekonomi terbesar keempat di dunia pada tahun 2030, namun pada kenyataannya tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk ikut tumbuh bersama Asia Tenggara yang tengah tumbuh. Jika sektor swasta secara aktif menciptakan program-program untuk komunitas lokal, maka teknologi dapat lebih dijangkau oleh lebih banyak orang, dan proses pembelajaran keterampilan-keterampilan baru dapat dengan segera mengubah kehidupan lebih banyak orang di Asia Tenggara,” jelas Group CEO & Co-founder Grab, Anthony Tan, Selasa (24/9/2019).

Pemberdayaan wirausahawan mikro dan bisnis skala kecil, kata Anthony, merupakan inti dari model bisnis Grab dan nadi perekonomian Asia Tenggara. Untuk meningkatkan produktivitas, melalui pemanfaatan teknologi digital Grab akan membantu 5 juta pebisnis tradisional dan merchant kecil dengan mendigitalisasi alur dan proses kerja mereka.

Grab juga ingin melatih 20.000 siswa melalui inisiatif pengembangan talenta teknologi, bekerja sama dengan institusi pendidikan, lembaga nirlaba dan perusahaan teknologi terdepan. Menurutnya, 16 % generasi muda di Asia Tenggara ingin bekerja di sektor teknologi masa depan.

“Grab for Good” adalah membangun sebuah platform yang inklusif, dan telah menjadi komitmen kami untuk menciptakan dampak positif dan berkelanjutan di setiap negara tempat kami beroperasi,” tegasnya.

Untuk mencapai misi-misi ini, Grab mengumumkan dua inisiatif unggulan di bawah program “Grab for Good”; sebuah pelatihan peningkatan keterampilan dan literasi digital yang bekerja sama dengan Microsoft, dan inisiatif “Mendobrak Sunyi”, yang memberikan kesempatan bagi teman Tuli dan orang dengan keterbatasan pendengaran untuk dapat berpartisipasi lebih baik dalam ekonomi digital melalui ekosistem Grab.

Dua inisiatif ini merupakan permulaan dari rencana tahunan Grab untuk mendukung setiap orang dan bisnis skala kecil dengan kemampuan teknologi yang krusial, serta sebagai pembekalan agar bisa berkembang dalam ekonomi digital baru. Inisiatif lainnya akan diumumkan selanjutnya tahun ini.

Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati merespon positif program ini. Menurutnya, teknologi digital memainkan peran penting dalam perekonomian. Prediksi bahwa teknologi mengganggu kehidupan dan menghilangkan lapangan kerja bisa ditepis.

“Saya berterima kasih kepada Grab yang telah menghidupkan optimisme dengan cara membuat akses kepada mereka yang sebelum tidak terlayani oleh sistem yang ada. Teknologi digital memainkan peran penting dalam perekonomian, berbeda dengan prediksi bahwa teknologi digital mengganggu kehidupan manusia dan menghilangkan lapangan kerja, tetapi kita dapat melihat bahwa teknolgi digital bisa menciptakan banyak pekerjaan baru. Dengan model bisnisnya, Grab menciptakan peluang baru bagi mereka yang sebelumnya tidak memiliki akses. Ekonomi digital yang dibawa Grab menghilangkan konsep ‘economic of scale’, sehinga teknologi dapat berperan penting bahkan bagi pemain ekonomi terkecil, memberi mereka peluang dan akses menuju kemajuan dan kesejahteraan,” kata Sri Mulyani.

“Saya melihat lebih banyak peluang tentang bagaimana pemerintah Indonesia dapat berkolaborasi dengan perusahaan digital seperti Grab dalam program pendidikan, kesehatan, dan jaringan pengaman sosial. Pemerintah Indonesia bertekad untuk membangun kondisi yang memang dibutuhkan, yaitu infrastruktur dan sumber daya manusia, agar masyarakat di Indonesia dapat speenuhnya memetik manfaat dari perkembangan ekonomi digital,” sambungnya.

Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto menjelaskan, industri 4.0 berkontribusi dalam peningkatan ekonomi riil di Indonesia. Pertumbuhan ini kata dia harus bisa dinikmati kalangan bisnis skala kecil hingga masyarakat umum.

“Industry 4.0 adalah usaha besar yang dapat meningkatkan ekonomi riil Indonesia sebesar 1-2 persen. Pertumbuhan ekonomi ini harus bisa dinikmati oleh setiap orang . Satu-satunya cara kita semua dapat meraih kesuksesan adalah dengan memastikan setiap pihak benar-benar menjalankan fungsinya, dan program Grab for Good ini merupakan sebuah komitmen nyata dari sektor swasta untuk menyediakan teknologi dan alat bantu yang diperlukan wirausahawan mikro dan bisnis skala kecil,” kata Airlangga.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca